Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara riwayat pernikahan dini dan kunjungan ANC dengan kejadian stunting pada anak balita usia 24–59 bulan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten MalangMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Sebanyak 38 ibu balita dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran tinggi badan anak, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square, fisher exact, dan regresi logistik biner.Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat pernikahan dini (p = 0,019) dan kunjungan ANC (p = 0,006) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 45,8% variasi stunting, dengan kunjungan ANC sebagai faktor dominan (OR = 11,810), sedangkan pernikahan sangat dini dan dini memiliki OR masing-masing 0,091 dan 0,104.Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi faktor gizi, tetapi juga aspek sosial dan perilaku ibu sejak kehamilan.
Copyrights © 2025