Pemanfaatan tumbuhan bawah berkhasiat obat oleh masyarakat pedesaan sebagai alternatif untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit, disamping harganya terjangkau juga tidak menimbulkan efek samping dibandingkan dengan obat – obatan dari produk farmasi yang berbahan baku kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan bawah yang berpotensi obat dan menganalisis indeks nilai penting, keanekaragaman jenis, indeks dominan, dan Indeks Kemerataan tumbuhan bawah yang berpotensi obat. Metode yang digunakan purposive sampling pada identifikasi tumbuhan bawah berpotensi obat dilakukan dengan menentukan starting point dilanjutkan dengan membuat jalur dengan Panjang 500m, lalu dibuat plot ukuran 20m x 20m dengan jarak antar plot 20 meter. Parameter yang diamati adalah jenis tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai obat. Hasil yang didapat dari penelitian yang telah dilaksanakan mendapatkan 14 jenis tumbuhan bawah berpotensi obat berupa bilaran tapah, cambai atau sirih hutan, gadung, ilatung, kitolod, lempuyang emprit, litu, nanangkaan atau patikan kebo, manggarsih atau magatseh, sampiringan, dan terong pipit. Jenis Lygodium scandens memiliki indeks nilai penting tertinggi sebesar 45,43%, indeks keanekaragaman sebesar 2,145 termasuk dalam kategori sedang, indeks dominansi sebesar 0,1480 termasuk dalam kategori rendah, dan indeks kemerataan dengan nilai sebesar 0,813 kategori kemerataan sedang.
Copyrights © 2025