Prestasi atlet sprint dipengaruhi oleh kondisi fisik dan status gizi yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh status gizi terhadap hasil tes kondisi fisik atlet sprint di SLOMPN Kemenpora tahun 2025.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 15 atlet sprinter berusia ≤15 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan kondisi fisik diukur menggunakan serangkaian tes sprint, daya tahan, dan kapasitas aerobik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh atlet berada dalam kategori IMT normal, namun terdapat variasi persentase lemak tubuh yang cukup besar. Atlet dengan persentase lemak tubuh lebih rendah cenderung menunjukkan performa sprint dan daya ledak yang lebih baik dibandingkan atlet dengan persentase lemak tubuh lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa komposisi tubuh memiliki peran yang lebih dominan terhadap performa fisik dibandingkan IMT semata. Kesimpulannya, status gizi khususnya komposisi lemak tubuh dan massa otot berperan penting dalam menentukan kualitas kondisi fisik atlet sprint muda. Pemantauan gizi secara berkala serta intervensi nutrisi yang terstruktur diperlukan untuk menunjang performa optimal atlet.
Copyrights © 2025