Lansia merupakan seseorang yang usianya diatas 60 tahun yang mengalami penurunan fungsi organ sehingga memerlukan caregiver dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Perawatan jangka panjang pada lansia dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik para caregiver karena peningkatan beban yang mereka rasakan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara subjective well-being dan beban yang dialami oleh caregiver informal lansia . Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan teknik sampling Non Probability Sampling yaitu Cluster Sampling, studi ini melibatkan 87 responden berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18-59 tahun yang merupakan caregiver informal di Desa Gununggronggo, Malang. Penelitian ini menggunakan instrumen yaitu kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan analisis bivariat. Hasil menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara subjective well-being dengan beban yang dirasakan caregiver informal lansia (r = -0,506, p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa seiring beban perawatan meningkat, subjective well-being caregiver informal menurun. Kesimpulannya, ada hubungan yang jelas antara subjective well-being dan beban pengasuhan, dengan pendidikan dan hubungan keluarga menjadi faktor yang mendominasi. Temuan ini menunjukkan bahwa caregiver informal hendaknya meningkatkan manajemen stres dan keterampilan mengatasi beban untuk meningkatkan subjective well-being mereka.
Copyrights © 2025