Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear pada anak akibat defisiensinutrisi kronis yang berdampak pada keterlambatan perkembangan kognitif,motorik, serta penurunan kualitas sumber daya manusia secara jangka panjang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengankejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kemalo Abung. Metode penelitian yangdigunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak167 ibu dengan balita usia 12–59 bulan dipilih sebagai sampel menggunakan teknikpurposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner tentang pernyataanASI eksklusif dan status ekonomi, serta pengukuran antropometri tinggi badanmenurut umur (TB/U) menggunakan microtoise. Analisis data dilakukan secarabivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stuntingsebesar 31,1%. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberianASI eksklusif dengan kejadian stunting (p = 0,000). Sebaliknya, faktor ekonomikeluarga tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian stunting (p =0,566). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ASI eksklusif merupakan determinanpenting dalam pencegahan stunting. Disarankan bagi tenaga kesehatan untukmengoptimalkan pemantauan praktik laktasi melalui Kartu Menuju Sehat (KMS)sebagai langkah preventif dini.
Copyrights © 2025