Partisipasi remaja dalam kegiatan Posyandu Remaja masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya terkait keterbatasan program pengembangan kader yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan program kader remaja sebagai tahap awal dalam perancangan program yang lebih sistematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tenaga kesehatan, pemangku kepentingan komunitas, dan remaja, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan utama dalam pengembangan kader remaja meliputi penguatan kapasitas sumber daya manusia, variasi metode dan media edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, peningkatan strategi keterlibatan remaja, serta dukungan kebijakan dan sarana prasarana. Temuan kebutuhan ini diposisikan sebagai bagian dari tahap Analisis dalam model ADDIE, yang berfungsi sebagai dasar dalam merumuskan arah perancangan program pada tahap Design dan Development selanjutnya. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis kebutuhan yang komprehensif merupakan fondasi penting dalam menyusun program kaderisasi remaja yang relevan, berkelanjutan, dan kontekstual bagi penguatan layanan Posyandu Remaja
Copyrights © 2025