Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh atribut dewan khususnya ukuran dewan, independensi dewan, dan keragaman gender dewan terhadap manajemen laba pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Menggunakan data panel dari 19 BUMN non-keuangan selama periode 2021–2023 (57 observasi firm-year), penelitian ini menerapkan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada bukti statistik signifikan bahwa ukuran dewan, independensi dewan, maupun keragaman gender dewan efektif dalam memitigasi praktik manajemen laba. Penolakan hipotesis ini mengindikasikan ketidakefektifan mekanisme pengawasan internal, yang kemungkinan besar dinetralkan oleh konteks spesifik BUMN, seperti birokrasi, pengaruh politik yang melemahkan independensi substantif, dan tingkat representasi perempuan yang belum mencapai massa kritis. Sebaliknya, penelitian ini menemukan bahwa mekanisme pengawasan eksternal, yaitu leverage keuangan dan kualitas audit (auditor Big 4), berhubungan negatif secara signifikan dengan manajemen laba. Temuan ini mengimplikasikan adanya hubungan substitutif, di mana pengawasan dari kreditur dan auditor berkualitas tinggi bertindak sebagai kekuatan pendisiplin dominan ketika pengawasan internal dewan lemah. Studi ini berkontribusi dengan menyoroti pentingnya konteks kelembagaan dan peran krusial pengawasan eksternal dalam tata kelola BUMN.
Copyrights © 2025