Pemenjaraan pada usia lanjut menimbulkan dampak kompleks terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berpotensi menurunkan kualitas hidup serta aktivitas fisik Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Cognitive Motor Dual Task (CMDT) berbasis Exercise Game Therapy (EGT) terhadap kualitas hidup dan aktivitas fisik WBP lansia di Lapas Kelas IIB Sleman. Penelitian menggunakan desain intervensi one-group preāpost test yang melibatkan 12 WBP lansia laki-laki. Intervensi CMDT berbasis EGT dilaksanakan selama delapan minggu. Kualitas hidup diukur menggunakan Short From-36 (SF-36), sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE). Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pada seluruh domain SF-36 setelah intervensi, dengan peningkatan terbesar pada fungsi sosial, vitalitas, dan peran emosional. Persepsi perubahan kondisi kesehatan berdasarkan item Health Transition juga menunjukkan kecenderungan perbaikan. Selain itu, skor aktivitas fisik berdasarkan PASE meningkat secara bermakna setelah intervensi (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa CMDT berbasis EGT berpotensi menjadi pendekatan yang efektif, aplikatif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas fisik lansia di lingkungan pemasyarakatan.
Copyrights © 2026