Abstrak Artikel ini mengkaji Yohanes 21:24-25 sebagai penutup Injil yang menegaskan manifestasi otoritas Firman melalui kesaksian yang diungkapkan dalam bentuk tulisan, bukan sekadar epilog literer. Kajian sebelumnya umumnya berfokus pada aspek retoris, tekstual, dan historis, sehingga dimensi teologis dari klaim bahwa karya Yesus tidak terbatas untuk diungkapkan secara penuh oleh tulisan manusiawi, namun telah diwahyukan secara cukup melalui kesaksian tertulis Yohanes, belum mendapat perhatian memadai. Penelitian ini bertujuan menyingkap fungsi klaim kesaksian sebagai kunci hermeneutik yang menentukan cara komunitas memahami relasi antara kesaksian hidup dan teks tertulis. Sekalipun penelitian terdahulu menekankan sisi literer dan kritik naskah, penelitian ini menegaskan bahwa otoritas iman terletak pada integrasi antara saksi, teks, dan komunitas. Metode yang digunakan adalah eksegesis teologis dengan analisis teks Yunani (NA28), leksikon, struktur literer, dan sintesis intratekstual melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan oposisi ὁ μαρτυρῶν dan ὁ γράψας, penguatan kolektif melalui οἴδαμεν, serta hiperbola κόσμον χωρήσειν, yang menampilkan kesaksian sebagai realitas performatif yang terintegrasi dalam tulisan dan meneguhkan identitas komunitas.
Copyrights © 2025