Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENDEKATAN THEOSENTRIS DALAM MENANGANI KONFLIK JEMAAT:: TELAAH EKSPOSITORI SURAT 1 KORINTUS 1:10-17 DAN IMPLIKASINYA BAGI KEHIDUPAN GEREJA MASA KINI Silalahi, Binsar Pandapotan; Tampubolon, Rolan Edwar
Jurnal Teologi RAI Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Teologi RAI - Edisi Agustus
Publisher : STT-RAI Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63276/jurnalrai.v2i2.88

Abstract

Conflict within the church community is a historical reality that has existed since the early church, as depicted in 1 Corinthians 1:10-17. In the context of the modern church, conflict resolution is often approached pragmatically, emphasizing interpersonal techniques. Previous studies have not thoroughly examined the rhetorical structure and theological dimensions of 1 Corinthians 1:10-17 within an expository framework that centers God as the primary subject of church unity restoration. This article offers a theocentric approach as a new contribution that places God at the center of church unity. The purpose of this study is to examine 1 Corinthians 1:10-17 through exposition to formulate a paradigm for resolving contemporary church conflicts. Using a qualitative method through expository text analysis based on literature review, the results show that Paul's argumentative structure progressively affirms that church reconciliation can only occur if it is rooted in God's authority and initiative in the cross of Christ.
KERAJAAN SERIBU TAHUN DALAM WAHYU 20:1-6: SEBUAH ANALISIS TEMATIS DALAM KERANGKA TEOLOGI BIBLIKA Silalahi, Binsar Pandapotan
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v8i1.136

Abstract

Revelation 20:1-6 is one of the central passages in New Testament eschatological discourse because it contains the only explicit mention of the thousand-year kingdom. Most previous studies have interpreted this passage based on specific eschatological systems, such as premillennialism or amillennialism, without exploring the internal narrative and thematic structure that progressively shapes the theological meaning of the text. This study offers a thematic approach within the framework of biblical theology to examine the connection between the binding of Satan, the first resurrection, and the co-reign with Christ as a single, coherent theological unity. Using qualitative methods and literature review, the analysis was conducted through three stages: structural description, thematic identification, and narrative-theological synthesis based on the Greek text (NA28). The results of the study show that Revelation 20:1-6 presents a narrative configuration that is literal and factual, which not only expresses symbolic hope but also affirms the participation of God's people in the fulfillment of the divine plan through Christ's concrete actions in the future as a response to a world marked by ethical crisis and historical disorientation.
Eksistensi Allah Dalam Kisah Pembangunan Menara Babel Berdasarkan Kejadian 11:1-9 Silalahi, Binsar Pandapotan; Sualang, Farel Yosua; Saputra, Anon Dwi
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 18 No. 2 (2024): Pastoral dan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v17i1.240

Abstract

Kisah pembangunan menara Babel diawali dengan bahasa dan logat yang sama. Namun, motif yang salah terhadap pembangunan itu membuat Allah harus turun, mengacaubalaukan bahasa dan menyerakkan mereka ke seluruh bumi. Akan tetapi, turunnya Allah menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan Allah selama proses pembangunan menara tersebut. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mencari tahu keberadaan Allah pada saat pembangunan menara tersebut, dan apa tujuan Allah harus menunjukkan eksistensiNya secara langsung. Metode yang dipilih adalah melakukan kajian eksposisi terhadap Kejadian 11:1-9 melalui pendekatan analisis genre narasi. Maka ditemukan bahwa sejak awal Allah telah mengamati pekerjaan sekumpulan orang tersebut. Turunnya Allah untuk melihat pekerjaan dari kumpulan orang-orang tersebut menunjukkan dua aspek eksistensi dan keilahian Allah di tengah-tengah ciptaanNya. Pertama, Allah dengan kedaulatan-Nya menunjukkan kedudukan Allah sebagai pemegang otoritas di atas segala ciptaan-Nya di muka bumi ini yang dibuktikan dengan peran Allah dalam mengacaubalaukan segala pekerjaan pembangunan menara tersebut. Kedua, Allah dengan anugerah-Nya menunjukkan sifat Allah yang memiliki kemurahan, kasih karunia, anugerah yang selalu diberikan kepada umat ciptaanNya dengan dibuktikan melalui penyerakan orang-orang tersebut ke segala penjuru bumi tanpa memusnahkan populasi manusia seperti pada peristiwa air bah, supaya perintah Allah untuk memenuhi bumi dapat dilakukan oleh umat ciptaan-Nya.
Supremasi Kristus dan Formasi Jemaat: Analisis Teologi Pastoral Kolose 1:15-20 bagi Pembinaan Iman Jemaat Silalahi, Binsar Pandapotan; Dalemeng, Febriani Fransiska; Tawera, Kezia Thesalonika Meilani; Yonathan, Triesa Zefania; Guntawan, Kezia Gabrielle; Ohoitimur, Priskilla Jessika
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.395

Abstract

Artikel ini menelaah Kolose 1:15-20 sebagai teks kristologis yang memiliki signifikansi fundamental bagi pembinaan iman jemaat. Kajian sebelumnya cenderung menekankan aspek linguistik, kristologi kosmik, atau konteks sosial tertentu, namun belum menghubungkannya secara konsisten dengan orientasi pastoral. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menafsirkan himne Kristus dalam kerangka teologi pastoral, sehingga supremasi Kristus tidak hanya dipahami sebagai konstruksi doktrinal, tetapi juga sebagai fondasi formasi identitas dan kesetiaan gereja. Tujuan penelitian ini adalah menelaah teks Kolose 1:15-20 secara eksegetis-kritis berdasarkan edisi Yunani NA28 dan mengaitkannya dengan pembinaan iman jemaat di tengah pluralitas kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah teologi pastoral berbasis eksegesis biblika yang menekankan aspek linguistik, literer, dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur chiastik himne menyatukan karya penciptaan dan rekonsiliasi, serta menegaskan Kristus sebagai pusat kosmos dan kepala gereja. Kesimpulannya, penelitian ini memperluas pemahaman kristologi kosmik menuju orientasi pastoral yang konstruktif, serta menyediakan kerangka transformatif bagi gereja dalam menghadapi tantangan ideologis, budaya, dan spiritual pada masa kini.
Analisis Komparatif Pandangan Preteris, Historis, Simbolis, Dan Futuris Terhadap Frasa ”Yerusalem Baru” Dalam Kitab Wahyu 21 Silalahi, Binsar Pandapotan; Lewi, Jani
Hymnos: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Vol. 1 No. 2 (2025): Hymnos: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64533/hymnos.v1i2.18

Abstract

This study explores the meaning of the phrase “New Jerusalem” in Revelation 21 by conducting a comparative study of four interpretive paradigms, namely preterist, historical, symbolic, and futurist. The phrase “New Jerusalem” tends to be interpreted in various ways, resulting in conceptual gaps regarding this eschatological symbol. This research employs a qualitative method based on literature review, supported by primary sources such as the Greek text NA28 and secondary literature from collections of theological interpretations. In this case, it was found that each interpretation offers a unique theological nuance regarding the eternal existence of God among His people. The findings show that the phrase “New Jerusalem” can not only be understood as a futuristic reality, but also as the theological identity of the present-day church as a holy community that must live in the light of God's glory and the eschatological hope that continues to be proclaimed.
Teologi Ambivalensi Monarki Awal: Dialektika Otoritas Ilahi dan Inisiatif Manusia dalam 1 Samuel 8-12 Silalahi, Binsar Pandapotan; Kurniawan, Kezia Sharon
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 7, No 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i1.319

Abstract

This article analyzes the ambivalence of monarchy in 1 Samuel 8-12 by emphasizing the dynamic relationship between YHWH and Saul as the first king of Israel. This narrative presents the monarchy as an institution born of tension: on the one hand, it was requested by the people as a rejection of divine rule, but on the other hand, it was facilitated through Saul's anointing by the prophet Samuel. Previous studies have focused more on historical, literary, or ethical dimensions, thus not paying particular attention to the theological-ambivalent aspects of the early monarchy. The novelty of this research lies in placing 1 Samuel 8-12 as the main locus for examining the dialectic between divine authority and human initiative. This study uses the method of narrative exegesis of the Masoretic text to examine the literary structure, repetition of key diction, and patterns of relationships in the narrative. The results of the analysis show that the early monarchy is narratively positioned as an ambivalent institution, which is both legitimized and criticized, thus forming a theological strategy that affirms the limitations of human power within the framework of its relationship with divine authority.
Otoritas Firman dalam Kesaksian Tertulis: Analisis Teologis Penutup Injil Yohanes 21:24-25 Silalahi, Binsar Pandapotan; Iroth, Aily Vilia; Dumais, Veren Leoni Gabriela; Paath, Girlline Trivena D.
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 2 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Artikel ini mengkaji Yohanes 21:24-25 sebagai penutup Injil yang menegaskan manifestasi otoritas Firman melalui kesaksian yang diungkapkan dalam bentuk tulisan, bukan sekadar epilog literer. Kajian sebelumnya umumnya berfokus pada aspek retoris, tekstual, dan historis, sehingga dimensi teologis dari klaim bahwa karya Yesus tidak terbatas untuk diungkapkan secara penuh oleh tulisan manusiawi, namun telah diwahyukan secara cukup melalui kesaksian tertulis Yohanes, belum mendapat perhatian memadai. Penelitian ini bertujuan menyingkap fungsi klaim kesaksian sebagai kunci hermeneutik yang menentukan cara komunitas memahami relasi antara kesaksian hidup dan teks tertulis. Sekalipun penelitian terdahulu menekankan sisi literer dan kritik naskah, penelitian ini menegaskan bahwa otoritas iman terletak pada integrasi antara saksi, teks, dan komunitas. Metode yang digunakan adalah eksegesis teologis dengan analisis teks Yunani (NA28), leksikon, struktur literer, dan sintesis intratekstual melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan oposisi ὁ μαρτυρῶν dan ὁ γράψας, penguatan kolektif melalui οἴδαμεν, serta hiperbola κόσμον χωρήσειν, yang menampilkan kesaksian sebagai realitas performatif yang terintegrasi dalam tulisan dan meneguhkan identitas komunitas.
SALIB KRISTUS DAN DEKONSTRUKSI KOSMOS: SUATU STUDI EKSEGESIS LEKSIKAL-TEOLOGIS BERDASARKAN SURAT GALATIA 6:14 Silalahi, Binsar Pandapotan; Mamahani, Zefanya; Johanis, Joshua
Jurnal Penggerak Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v7i2.125

Abstract

Salib Kristus dalam Galatia 6:14 menampilkan puncak argumentasi Paulus yang bersifat kosmik, di mana dunia lama yang ditandai oleh dosa, hukum, dan daging diputuskan relasinya, dan identitas baru dibangun dalam Kristus. Kajian terdahulu banyak menekankan aspek sosial-historis, retoris, pastoral, dan resepsi, namun belum secara khusus menyoroti fungsi salib sebagai pusat kosmik dalam surat Galatia, sehingga terjadi kesenjangan interpretatif terkait dimensi transformasional teks ini. Penelitian ini menawarkan pendekatan eksegesis leksikal-teologis yang menempatkan Galatia 6:14 sebagai locus teologis, menyingkap mekanisme dekonstruksi kosmos lama dan konstruksi identitas baru melalui analisis kata kunci, sintaksis, dan konteks historis-komunitarian. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif-analitis, dengan pembacaan kritis teks Yunani NA28, analisis semantik, serta penafsiran teologis dalam kerangka argumentasi surat Galatia itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salib berfungsi sebagai poros yang mengubah orientasi identitas dan praktik komunitas, menata ulang nilai dan status, serta menyediakan dasar etis dan epistemik bagi kehidupan jemaat. Jadi dapat disimpulkan bahwa surat Galatia 6:14 bukan sekadar penutup retoris, tetapi pusat teologis yang menghubungkan transformasi kosmik, identitas baru, dan tanggung jawab etis-komunitarian, sehingga menawarkan relevansi praktis dan konseptual bagi pemahaman iman Kristen kontemporer.