Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar di abad ke-21 dengan dampak luas yang mempengaruhi sektor lingkungan, sosial, dan ekonomi. Artikel ini mengeksplorasi peran strategis yang dimainkan oleh organisasi, baik profit maupun non-profit, dalam menghadapi perubahan iklim dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030. Penelitian ini menyoroti bagaimana organisasi dapat mengintegrasikan praktik keberlanjutan untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan reputasi mereka. Meskipun minat terhadap keberlanjutan semakin meningkat, belum ada studi komprehensif yang membahas integrasi keberlanjutan dalam operasi organisasi dalam konteks perubahan iklim dan SDGs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur yang komprehensif, dengan menganalisis data dari jurnal-jurnal internasional terkemuka untuk mengidentifikasi strategi yang efektif serta tantangan yang dihadapi organisasi dalam menerapkan praktik keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang secara proaktif mengadopsi energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon lebih berhasil dalam mendukung pencapaian SDGs, meskipun menghadapi tantangan awal terkait biaya implementasi. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya upaya yang lebih terkoordinasi yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang kuat dan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi hambatan-hambatan ini dan memastikan pencapaian SDGs secara efektif pada tahun 2030. Penelitian ini juga menekankan pentingnya organisasi memprioritaskan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi inti mereka, sementara pembuat kebijakan didorong untuk memberikan insentif yang lebih kuat untuk memfasilitasi transisi ini.
Copyrights © 2025