Jurnal Ilmiah HUBUNGAN INTERNASIONAL
Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional

Nilai dari Laut Cina Selatan untuk Tiongkok: Suatu Analisis Geopolitik Marxis

Oktaviano, Nandito (Unknown)
Choiruzzad, Shofwan Al-Banna (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Dec 2025

Abstract

ABSTRACT China’s assertiveness in the South China Sea has often been interpreted as a manifestation of maritime imperial ambitions, a balancing act, or a response to historical grievances. However, such arguments largely overlook the deeper question of why territorial expansion, a rare phenomenon in global politics, occurs in China’s case. This research addresses the issue through a Marxist geopolitical lens, framing territorial expansion as a consequence of capitalism’s inherent logic of spatial expansion. Using the concept of spatial fixes, it links China’s domestic capitalist crises—characterized by overaccumulation and overcapacity—to territorial expansion in Southeast Asia and assertiveness in the South China Sea. Strategies such as the Going Global policy and the Belt and Road Initiative (BRI) have turned Southeast Asia, including the South China Sea, into critical territories for China’s capitalist accumulation. However, the historical transformation of China’s state structure, coupled with incoherent and fragmented behavior among its internal agents, has led to contradictory yet increasingly assertive actions in the region. This study concludes that China’s behaviour in the South China Sea is driven not only by external pressures, such as US involvement, but also by internal capitalist imperatives and state dynamics, offering a nuanced understanding of territorial disputes and state behaviour under capitalism.   Keywords: South China Sea; China Capitalism; Marxist Geopolitics; State Transformation    ABSTRAK Asertivitas Tiongkok di Laut Cina Selatan seringkali ditafsirkan sebagai manifestasi dari ambisi imperial maritim, upaya penyeimbangan kekuasaan, atau respons terhadap luka sejarahnya. Namun, argumen-argumen tersebut cenderung mengabaikan pertanyaan mendasar tentang mengapa ekspansi teritorial—fenomena yang jarang terjadi dalam politik global—dapat terjadi dalam kasus Tiongkok. Penelitian ini membahas isu tersebut melalui kerangka geopolitik Marxis yang memandang ekspansi teritorial sebagai konsekuensi dari logika kapitalisme yang secara inheren mendorong ekspansi teritori. Dengan menggunakan konsep solusi spasial (spatial fix), penelitian ini menghubungkan krisis kapitalisme domestik Tiongkok—yang ditandai oleh over akumulasi dan overkapasitas—dengan ekspansi teritorial di Asia Tenggara dan asertivitasnya di Laut Cina Selatan. Strategi seperti kebijakan Going Global dan Belt and Road Initiative (BRI) telah menjadikan Asia Tenggara, termasuk Laut Cina Selatan, sebagai wilayah penting bagi akumulasi kapital Tiongkok. Namun, transformasi historis struktur negara Tiongkok, ditambah dengan perilaku yang tidak koheren dan terfragmentasi di antara agen-agennya, telah menyebabkan tindakan yang kontradiktif namun semakin asertif di kawasan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku Tiongkok di Laut Cina Selatan tidak hanya didorong oleh tekanan eksternal seperti keterlibatan Amerika Serikat, tetapi juga oleh imperatif kapitalisme domestik dan dinamika transformasi negara, menawarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sengketa teritorial dan perilaku negara dalam konteks kapitalisme. Kata Kunci: Laut Cina Selatan; Kapitalisme Tiongkok; Geopolitik Marxis; Transformasi Negara

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JurnalIlmiahHubunganInternasiona

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science

Description

JIHI can be a reference and literature source for academician in International Relations area as it consists of articles and research reports on International Relations Issues. Articles and research reports are written by academics who is the expert on its field like Security Studies, International ...