Teknologi Radio Frequency Identification (RFID) telah banyak digunakan dalam sistem keamanan, logistik, dan otomatisasi karena kemampuannya melakukan pembacaan data secara nirkontak. Namun, performa pembacaan RFID sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, khususnya keberadaan benda penghalang antara pembaca dan tag. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis benda penghalang terhadap jarak pembacaan dan keberhasilan deteksi tag RFID menggunakan modul RFID RC-522 yang beroperasi pada frekuensi 13,56 MHz. Objek penelitian difokuskan pada pengujian beberapa jenis benda penghalang yang umum dijumpai sehari-hari dan dikelompokkan ke dalam dua kategori utama, yaitu benda non-konduktif (kertas, plastik, kayu, kain, kaca, dan air) serta benda konduktif (logam aluminium). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental melalui pengujian pembacaan RFID pada variasi jarak 0–6 cm dengan interval 1 cm. Setiap pengujian dilakukan sebanyak lima kali percobaan pada setiap jenis benda penghalang untuk memperoleh nilai rata-rata jarak maksimum pembacaan dan persentase keberhasilan deteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa benda penghalang, modul RFID RC-522 mampu membaca tag secara stabil hingga jarak 6,0 cm dengan tingkat keberhasilan 100%. Benda non-konduktif seperti kertas, plastik, kayu, dan kain hanya menyebabkan penurunan jarak pembacaan sebesar 5–15% dengan tingkat keberhasilan deteksi di atas 95%. Sebaliknya, air menurunkan jarak pembacaan secara signifikan hingga rata-rata 1,2 cm dengan keberhasilan deteksi 40%, sedangkan logam aluminium sepenuhnya menghalangi pembacaan tag dengan tingkat keberhasilan 0%. Hasil ini membuktikan bahwa sifat konduktivitas dan permitivitas benda penghalang berpengaruh signifikan terhadap performa pembacaan RFID RC-522.
Copyrights © 2026