Latar Belakang: Masalah hipertensi sering dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup. Self efficacy dan sosial ekonomi berperan penting dalam mempengaruhi keyakinan individu untuk mengelola kondisi kesehatannya. Fenomena ini menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Populasi penelitian mencakup seluruh penderita hipertensi yang tercatat dan melakukan kunjungan ke fasilitas tersebut. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin sehingga diperoleh 92 responden. Instrumen penelitian meliputi General self efficacy Scale, kuesioner status sosial ekonomi, serta WHO Quality of LifeāBREF (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman.Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dan kualitas hidup pada penderita hipertensi, dengan nilai p-value sebesar 0,000. Selain itu, hubungan antara self efficacy dan kualitas hidup juga menunjukkan nilai p-value 0,000.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara self efficacy dan status sosial ekonomi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pasien diharapkan lebih menyadari kebutuhan serta mengoptimalkan pemanfaatan pelayanan Kesehatan.
Copyrights © 2025