Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capability of Service Provider terhadap Consumers Willingness to Pay untuk Sertifikasi Logistik Halal, dengan Consumers Demand sebagai variabel mediasi pada pengguna jasa di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan produk halal, kebutuhan akan layanan logistik yang tersertifikasi halal juga semakin meningkat. Kondisi ini mendorong penyedia jasa logistik untuk meningkatkan kapabilitas layanan agar mampu memenuhi standar halal serta memberikan nilai tambah bagi konsumen. Namun demikian, kesediaan konsumen untuk membayar lebih atas layanan logistik halal masih menjadi tantangan, sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 perusahaan penyedia jasa logistik halal yang terdaftar di BPJPH. Variabel Capability of Service Provider diukur melalui aspek kompetensi, keandalan, kepatuhan terhadap regulasi halal, serta kualitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capability of Service Provider berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumers Demand dengan koefisien sebesar 0,507, serta terhadap Consumers Willingness to Pay dengan koefisien sebesar 0,298. Selain itu, Consumers Demand terbukti secara signifikan memediasi hubungan antara Capability of Service Provider dan Consumers Willingness to Pay dengan pengaruh tidak langsung sebesar 0,273. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar penyedia jasa logistik dan BPJPH terus meningkatkan kapabilitas layanan, memperkuat sosialisasi sertifikasi halal, serta mendorong inovasi untuk memperkuat ekosistem logistik halal di Indonesia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026