Bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk) merupakan tanaman obat tradisional yang secara turun-temurun dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah untuk mengobati berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes, tumor, kolesterol, serta mempercepat penyembuhan berbagai jenis luka. Salah satu kandungan bioaktif utama pada tanaman ini adalah flavonoid, yang diketahui memiliki aktivitas farmakologis sebagai antioksidan dan berpotensi menurunkan kadar kolesterol. Meskipun demikian, kajian ilmiah yang mengkaji secara spesifik potensi antikolesterol bajakah tampala masih relatif terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung pemanfaatannya secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia serta potensi fraksi etil asetat dari ekstrak bajakah tampala sebagai agen antikolesterol. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pre-test control only group. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan berbagai pereaksi warna untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder. Sementara itu, pengujian aktivitas antikolesterol secara kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometer dengan metode Liebermann-Burchard. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etil asetat bajakah tampala mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Uji aktivitas antikolesterol secara in vitro menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mampu menurunkan kadar kolesterol pada berbagai konsentrasi, yaitu sebesar 22,317% pada konsentrasi 50 ppm, 26,039% pada 75 ppm, 28,226% pada 100 ppm, dan mencapai penurunan optimum sebesar 31,942% pada konsentrasi 125 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat bajakah tampala memiliki potensi sebagai agen antikolesterol alami dan layak untuk diteliti lebih lanjut melalui uji in vivo serta uji toksisitas guna memastikan keamanan dan efektivitas penggunaannya
Copyrights © 2026