Kurikulum Merdeka berbasis deep learning yang didukung dengan delapan Dimensi Profil Lulusan (DPL) tidak hanya menuntut peserta didik mampu dari segi kognitif saja, tetapi juga harus memiliki keterampilan sosial yang baik. SMA Negeri 1 Surakarta telah menerapkan model Kurikulum Merdeka berbasis deep learning namun masih terdapat beberapa permasalahan seperti pembelajaran teacher centered learning yang masih diterapkan serta rendahnya keterampilan sosial peserta didik. Dalam upaya memecahkan permasalahan tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji pengembangan keterampilan sosial melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) sebagai bentuk dari optimalisasi penerapan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Surakarta. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif berorientasi deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui lima cara yaitu observasi lapangan, kegiatan wawancara, dokumentasi dan telaah dokumen peneliti terdahulu. Temuan pada penelitian berhasil ini menunjukkan bahwa perlu diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sebab melalui penerapan model ini akan tercipta pembelajaran yang berpusat pada siswa yang tidak semata-mata menekankan pada kemampuan kognitif, namun juga mengembangkan kompetensi sosial siswa seperti kerjasama, kepemimpinan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab pada kelompok. Perlu adanya sinergi antara tim pengembangan kurikulum dan guru mata pelajaran dalam mengimplementasikan pembelajaran dengan model STAD ini dalam aktivitas belajar peserta didik sehingga terjadi peningkatan kualitas pembelajaran dan peningkatan output dari siswa, khususnya kemampuan sosial siswa.
Copyrights © 2026