Penelitian ini menerapkan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Sara Mills pada novel Padang Ilalang di Belakang Rumah karya Nh. Dini untuk mengungkap ideologi tersembunyi dan relasi kuasa, khususnya terkait gender, yang terbangun dalam struktur naratifnya. Penelitian ini mengkaji dua pertanyaan utama: bagaimana tokoh perempuan direpresentasikan dalam posisi subjek–objek, serta bagaimana posisi pembaca dibentuk untuk memengaruhi cara pandang mereka terhadap konflik tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk mengumpulkan data berupa kalimat dan klausa dalam novel. Analisis difokuskan pada identifikasi apakah tokoh perempuan memiliki agensi sebagai subjek atau hanya menjadi objek pasif dari kontrol eksternal, serta bagaimana strategi naratif mengarahkan empati dan sudut pandang pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merupakan strategi tekstual yang sengaja dirancang untuk menantang narasi patriarkal dominan. Tokoh anak perempuan sebagai protagonis tidak ditempatkan sebagai korban pasif, melainkan sebagai subjek aktif yang mengamati, menafsirkan, dan mengkritik realitas di sekitarnya, sehingga mengendalikan wacana penceritaan. Sebaliknya, tokoh laki-laki seperti ayah sering digambarkan sebagai objek yang direfleksikan melalui kesadaran kritis sang tokoh utama, sebagai upaya Nh. Dini untuk mendekonstruksi posisi superior laki-laki dalam tradisi sastra. Selain itu, gaya penceritaan yang rinci dan emosional berhasil mengarahkan pembaca untuk berempati pada perspektif protagonis, sehingga membangun kesadaran tentang realitas emosional perempuan yang termarginalkan dalam struktur sosial dan keluarga yang menekan. Dengan demikian, novel ini menjadi ruang perlawanan dan kesadaran gender, dan model Sara Mills terbukti efektif dalam mengungkap bagaimana teks sastra dapat menjadi sarana pembalikan posisi subjek–objek serta membangun kesadaran pembaca terhadap struktur kuasa yang terselubung.
Copyrights © 2026