Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Menghidupkan Alquran dari Perspektif Linguistik Syukri, Hanifullah
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 3 (2019): November
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v8i3.36021

Abstract

Al-Qur'an adalah buku suci Muslim, sebuah buku yang diyakini sebagai ciptaan Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad, melalui mediasi malaikat Jibril. Ini berisi 114 surat, yang diterjemahkan ke dalam 6666 ayat, dan dibagi menjadi 30 juz. Banyak cara yang digunakan oleh manusia untuk memahami buku ini. Beberapa mencoba memahaminya dari pintu hukum, ilmu alam, ilmu sosial, dan sebagainya. Cara untuk memahami Al-Qur'an dari perspektif Linguistik memiliki keunikan yang tidak dimiliki disiplin lain dalam upaya yang sama. Dengan memahami Al-Qur'an dari perspektif Linguistik, diperoleh integritas wacana Alquran yang lebih komprehensif. Analisis wacana adalah metode yang digunakan untuk memahami perspektif Linguistik Alquran. Berbagai alat dalam bidang analisis wacana terlibat dalam upaya pemahaman ini. Secara garis besar, perangkat dibagi menjadi dua, yaitu teks Alquran itu sendiri dan konteks yang melekat. Teks Al-Qur'an melibatkan penguasaan bahasa Arab, sistematika Al-Qur'an "yang tidak sistematis", dan tahfidhul quran. Konteks yang melekat dalam teks-teks Al-Qur'an dapat disebutkan, misalnya asbabun nuzul, prinsip analogi, referensi dan inferensi wacana, dan koherensi. The Qur?an is a Muslim holy book, a book which is believed to be the creation of Allah SWT that was conveyed to the Prophet Muhammad, through the mediation of the angel Gabriel. It contains 114 chapters, which are translated into 6666 verses, and divided into 30 juz. Many ways are used by humans to understand this book. Some try to understand it from the law, natural sciences, social sciences, and others. The way to understand the Qur?an from a Linguistic perspective has the uniqueness that other disciplines do not have in the same effort. By understanding the Qur?an from a Linguistic perspective, it is obtained more comprehensive integrity of the Qur'anic discourse Discourse analysis is a method used to understand the Qur'an's Linguistic perspective. Various tools in the field of discourse analysis are involved in this understanding effort. Broadly speaking, the devices are divided into two, namely the Qur'anic text itself and the inherent context. The text of the Qur'an involves mastery of the Arabic language, the systematic of the Qur'an "which is not systematic", and tahfidhul quran. The context inherent in Qur'anic texts can be mentioned, for example asbabun nuzul, the principle of analogy, reference and discourse inference, and coherence.
Menghidupkan Alquran dari Perspektif Linguistik Syukri, Hanifullah
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 3 (2019): November
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an adalah buku suci Muslim, sebuah buku yang diyakini sebagai ciptaan Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad, melalui mediasi malaikat Jibril. Ini berisi 114 surat, yang diterjemahkan ke dalam 6666 ayat, dan dibagi menjadi 30 juz. Banyak cara yang digunakan oleh manusia untuk memahami buku ini. Beberapa mencoba memahaminya dari pintu hukum, ilmu alam, ilmu sosial, dan sebagainya. Cara untuk memahami Al-Qur'an dari perspektif Linguistik memiliki keunikan yang tidak dimiliki disiplin lain dalam upaya yang sama. Dengan memahami Al-Qur'an dari perspektif Linguistik, diperoleh integritas wacana Alquran yang lebih komprehensif. Analisis wacana adalah metode yang digunakan untuk memahami perspektif Linguistik Alquran. Berbagai alat dalam bidang analisis wacana terlibat dalam upaya pemahaman ini. Secara garis besar, perangkat dibagi menjadi dua, yaitu teks Alquran itu sendiri dan konteks yang melekat. Teks Al-Qur'an melibatkan penguasaan bahasa Arab, sistematika Al-Qur'an "yang tidak sistematis", dan tahfidhul quran. Konteks yang melekat dalam teks-teks Al-Qur'an dapat disebutkan, misalnya asbabun nuzul, prinsip analogi, referensi dan inferensi wacana, dan koherensi. The Qur’an is a Muslim holy book, a book which is believed to be the creation of Allah SWT that was conveyed to the Prophet Muhammad, through the mediation of the angel Gabriel. It contains 114 chapters, which are translated into 6666 verses, and divided into 30 juz. Many ways are used by humans to understand this book. Some try to understand it from the law, natural sciences, social sciences, and others. The way to understand the Qur’an from a Linguistic perspective has the uniqueness that other disciplines do not have in the same effort. By understanding the Qur’an from a Linguistic perspective, it is obtained more comprehensive integrity of the Qur'anic discourse Discourse analysis is a method used to understand the Qur'an's Linguistic perspective. Various tools in the field of discourse analysis are involved in this understanding effort. Broadly speaking, the devices are divided into two, namely the Qur'anic text itself and the inherent context. The text of the Qur'an involves mastery of the Arabic language, the systematic of the Qur'an "which is not systematic", and tahfidhul quran. The context inherent in Qur'anic texts can be mentioned, for example asbabun nuzul, the principle of analogy, reference and discourse inference, and coherence.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN DAKWAH yulianti, wiwik; Sawardi, FX; Yustanto, Henry; Syukri, Hanifullah; Sigit Widyastuti, Rr Chattri; Ginanjar, Bakdal
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v4i2.7348

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking merupakan hal penting penunjang penampilan seseorang. Ketrampilan ini perlu dilatih agar kelancaran menyampaikan pesan tepat dan sesuai sasaran. Remaja masjid merupakan salah satu elemen yang turut pula membantu kemakmuran masjid. Salah satu wujud kemakmuran masjid yang dilakukan oleh remaja masjid adalah turut pula mengisi kegiatan keagamaan melalui dakwah, ceramah, atau pidato. Begitu pentingnya public speaking bagi para remaja masjid inilah pelatihan public speaking dan dakwah untuk remaja masjid dilakukan. Melalui metode ceramah dan praktek inilah pelatihan itu dilakukan. Hal itu dilakukan agar remaja masjid se karanganyar memahami dan mengaplikasikan secara benar tentang Teknik berbicara di depan umum. Dengan melakukan kegiatan praktek berbicara di depan umum inilah peserta merasakan perbedaan penampilan dari yang semula mereka lakukan sebelum pelatihan dan sesudah mengikuti pelatihan. Dari hasil pelatihan, ditunjukkan bahwa pemberian materi pelatihan public speaking dan dakwah ini akan meningkatkan kemampuan dakwah secara baik dan terstruktur secara benar.
Inkonsistensi Salat dalam Teks Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 137, 138, 142, dan 145 Syukri, Hanifullah
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1303

Abstract

Analisis wacana merupakan salah satu mata kuliah linguistik yang membahas tentang kohesi dan koherensi dalam teks. Kohesi merupakan perpaduan bentuk, dan koherensi merupakan perpaduan makna. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan hubungan kohesif dan koherensif pada teks ayat- ayat Alquran Surat An-Nisa, ayat 137, 138, 142, dan 145. Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan tentang inkonsistensi dalam melaksanakan salat. Sebagaimana telah dipahami oleh banyak penganut agama Islam bahwa salat salah satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang seorang muslim meskipun hanya sekali. Metode analisis yang diterapkan adalah metode kontekstual, yaitu menganalisis teksnya dengan melibatkan konteks-konteks nya. Satu persatu ayat-ayat tersebut dianalisis disertai dengan pelibatan tafsir-tafsir yang terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Islam yang salatnya tidak konsisten termasuk orang munafik. Sedangkan orang munafik akan dimasukkan ke dalam neraka paling dasar.
Analisis Wacana Kritis pada Teks Revolusi Mental Joko Widodo Ardana Putra, Vicky Fadly; Marantika, Eka Ririn; Khotimah, Khusnul; Syukri, Hanifullah
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 26, No 1 (2025): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra (in procces)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v26i1.pp209-219

Abstract

The discussion in this research is about the critical discourse analysis model of Norman Fairclough. The purpose of this research is to understand the ideology, thoughts, or ideas of an official's discourse. The data source used from the text of Mental Revolution put forward by the Indonesian Presidential Candidate, Joko Widodo during the 2014 Indonesian Presidential election campaign with a length of 28 paragraphs. This research is included in qualitative descriptive research. The analysis process consists of three stages of Fairclough's theory: (1) Text Analysis, examining vocabulary, sentence structure, and the like to understand the meaning conveyed; (2) Discursive Practice, understanding how the text is produced to be consumed in a social context, as well as knowing how ideology is intertwined in a discourse; (3) Social Praxis, knowing the social impact of the text in the lives of Indonesian people. The data collection stage of the research uses the technique of recording data contained in words, sentences, and paragraphs contained in the Mental Revolution Text to obtain data. The theory used in this research is Norman Fairclough's critical discourse analysis theory. The results show that the text reflects the government's efforts to build a positive image through the narrative of national awakening, which in research can provide insight into how language is used to shape public perceptions and direct the public to support government policies. The text's conclusion of Jokowi's Mental Revolution discusses Joko Widodo's dream to change the mentality of the people in Indonesia to become a nation that stands on its own feet, but the reality has not been achieved until now.Keywords: Critical Discourse, Mental Revolution, Joko Widodo, Text
The Computers And Radio Broadcasters’ Politeness Yulianti, Wiwik; Sawardi, Fx; Yustanto, Henry; Ginanjar, Bakdal; Widyastuti, Chattri Sigit; Syukri, Hanifullah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.5984

Abstract

With the technological advances of the 21st century, radio broadcasting has become more dependent on computers than ever before. Computers are used in radio broadcasting for a number of different tasks, including automation, control, monitoring, and logging. Automation is the most common use of computers in radio broadcasting. Automation software is used to control the playback of music and other audio content. This allows radio stations to operate without a live DJ or presenter. But in this case the presenter still needs to deliver the talk show program. The article studies the radio broadcasters’ language politeness, as part of the strategies in attracting the listeners. It aims to reveal the politeness principles used during the conversations of the radio programs. It deployed a Content Analysis combined with recording technique for the data collecting technique. Meanwhile, the analysis applied a Pragmatics Matching method through a Contextual Approach. The finding revealed the speaker’s compliance and violation of the politeness principles.
Representasi Kekuasaan dalam Teks Supersemar: Kajian Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak Latifah, Rahma Nur; Mahirsah, Meyvia Kiara; Pranata, Destia Ajeng Putri; Syukri, Hanifullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4004

Abstract

Penelitian ini menelaah representasi kekuasaan dalam teks Supersemar melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) berdasarkan kerangka teori Ruth Wodak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana bahasa digunakan untuk membangun, melegitimasi, dan menyampaikan otoritas politik dalam konteks sejarah Indonesia, khususnya pada periode transisi kekuasaan antara Soekarno dan Soeharto. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis fitur-fitur tekstual secara mendalam, termasuk pilihan leksikal, struktur sintaksis, serta strategi retoris yang berperan dalam pembentukan relasi kuasa. Analisis difokuskan pada identifikasi pola dominasi, persuasi, serta konstruksi posisi ideologis yang tersembunyi di balik penyusunan kalimat dan struktur argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Supersemar tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga secara halus membingkai legitimasi politik melalui strategi diskursif tertentu seperti nominalisasi, pasivisasi, penggunaan modalitas, dan pengaburan aktor. Strategi-strategi tersebut mengonstruksi citra Soeharto sebagai pelaksana otoritas yang diperlukan demi stabilitas negara sekaligus mereduksi jejak pertanggungjawaban politik. Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan AWK terhadap dokumen Indonesia yang memiliki signifikansi historis dan politis, sehingga menjembatani analisis linguistik dengan pembacaan sosial-politik. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian bahasa, sastra, dan pembelajaran dengan memperlihatkan bagaimana bahasa dapat menjadi sarana produksi wacana politik dan narasi sejarah. Selain itu, penelitian ini menawarkan implikasi pedagogis bagi pengajaran membaca kritis dan keterampilan analitis, menekankan urgensi kesadaran wacana dalam kurikulum bahasa dan sastra agar peserta didik mampu mengidentifikasi relasi kuasa, representasi ideologi, dan konstruksi makna dalam teks.
Analisis Wacana Kritis Sara Mills dalam Novel Padang Ilalang di Belakang Rumah Karya Nh. Dini Afifah, Diaz Nur; Putri, Dita Amalia; Syahda, Wisista; Syukri, Hanifullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4416

Abstract

Penelitian ini menerapkan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Sara Mills pada novel Padang Ilalang di Belakang Rumah karya Nh. Dini untuk mengungkap ideologi tersembunyi dan relasi kuasa, khususnya terkait gender, yang terbangun dalam struktur naratifnya. Penelitian ini mengkaji dua pertanyaan utama: bagaimana tokoh perempuan direpresentasikan dalam posisi subjek–objek, serta bagaimana posisi pembaca dibentuk untuk memengaruhi cara pandang mereka terhadap konflik tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk mengumpulkan data berupa kalimat dan klausa dalam novel. Analisis difokuskan pada identifikasi apakah tokoh perempuan memiliki agensi sebagai subjek atau hanya menjadi objek pasif dari kontrol eksternal, serta bagaimana strategi naratif mengarahkan empati dan sudut pandang pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merupakan strategi tekstual yang sengaja dirancang untuk menantang narasi patriarkal dominan. Tokoh anak perempuan sebagai protagonis tidak ditempatkan sebagai korban pasif, melainkan sebagai subjek aktif yang mengamati, menafsirkan, dan mengkritik realitas di sekitarnya, sehingga mengendalikan wacana penceritaan. Sebaliknya, tokoh laki-laki seperti ayah sering digambarkan sebagai objek yang direfleksikan melalui kesadaran kritis sang tokoh utama, sebagai upaya Nh. Dini untuk mendekonstruksi posisi superior laki-laki dalam tradisi sastra. Selain itu, gaya penceritaan yang rinci dan emosional berhasil mengarahkan pembaca untuk berempati pada perspektif protagonis, sehingga membangun kesadaran tentang realitas emosional perempuan yang termarginalkan dalam struktur sosial dan keluarga yang menekan. Dengan demikian, novel ini menjadi ruang perlawanan dan kesadaran gender, dan model Sara Mills terbukti efektif dalam mengungkap bagaimana teks sastra dapat menjadi sarana pembalikan posisi subjek–objek serta membangun kesadaran pembaca terhadap struktur kuasa yang terselubung.