Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan strategi adaptasi sosial penjual kuliner di depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan persaingan usaha di lingkungan kampus. Indonesia sebagai bangsa yang majemuk menuntut individu dan kelompok untuk memiliki kemampuan adaptasi sosial agar dapat bertahan dan berfungsi secara optimal dalam masyarakat. Adaptasi tersebut tampak jelas pada aktivitas penjual kuliner yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa, sesama pedagang, serta lingkungan kampus yang terus berubah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi sosial penjual kuliner berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari pengamatan lingkungan, pembelajaran dari pengalaman pribadi dan pedagang lain, hingga penerapan strategi usaha yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Bentuk adaptasi yang ditemukan meliputi penyesuaian variasi menu sesuai selera konsumen, kepatuhan terhadap regulasi tidak resmi yang terbentuk melalui kesepakatan bersama antarpenjual, serta strategi menghadapi persaingan dengan menekankan kualitas pelayanan dan hubungan sosial yang harmonis. Proses adaptasi ini dipahami melalui teori interaksi sosial Georg Simmel, yang menekankan bahwa tatanan sosial terbentuk dari interaksi yang terus-menerus dan bermakna antarindividu. Dengan demikian, adaptasi sosial tidak hanya berfungsi sebagai strategi bertahan secara ekonomi, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan jejaring sosial, solidaritas, dan keteraturan sosial di lingkungan kampus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan empiris dalam kajian adaptasi sosial usaha mikro di kawasan pendidikan.
Copyrights © 2026