Penelitian ini menguraikan proses pengembangan dan validasi pasar Agrow, sebuah platform digital inovatif yang dirancang untuk mengurangi food loss and waste (FLW) melalui komersialisasi produk pertanian yang secara estetika dianggap cacat (ugly food atau imperfect produce). Indonesia saat ini menghadapi tantangan FLW yang cukup serius, dengan jumlah limbah makanan mencapai 23–48 juta ton per tahun dan menyebabkan kerugian ekonomi yang setara dengan 4–5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Inefisiensi tersebut secara signifikan menghambat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek konsumsi bertanggung jawab dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Agrow berfungsi sebagai pasar daring (online marketplace) yang menghubungkan petani buah dan sayur (penjual) dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman (pembeli). Inovasi inti platform ini terletak pada penciptaan rantai pasok sekunder yang menempatkan kualitas internal di atas penampilan eksternal produk, sehingga memaksimalkan pendapatan petani sekaligus menyediakan bahan baku berkualitas dengan harga terjangkau bagi UMKM. Fitur utama Agrow, yaitu Katalog Agrow, F-Edu, dan YukCatat, diintegrasikan untuk memfasilitasi transaksi, meningkatkan literasi digital, serta mempertahankan loyalitas pengguna. Melalui pendekatan pengukuran pasar yang terarah, dengan Serviceable Obtainable Market (SOM) sebesar 327.353 UMKM di wilayah Bali, serta model keuangan yang tangguh berbasis biaya transaksi dan iklan, Agrow menawarkan solusi digital yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi teknologi untuk mengubah potensi limbah pertanian menjadi nilai ekonomi nyata.
Copyrights © 2026