Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika modern karena berperan dalam mengembangkan literasi numerasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PTLSV) serta meninjau bagaimana asesmen, kebijakan, dan praktik pedagogis memengaruhi perkembangan kreativitas tersebut. Melalui kajian literatur dan analisis temuan empiris, penelitian ini mengidentifikasi empat indikator utama kreativitas—fluency, flexibility, originality, dan elaboration—yang menjadi dasar evaluasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa umumnya memiliki fluency yang baik dalam menyelesaikan soal rutin, tetapi flexibility dan originality masih rendah karena pembelajaran didominasi oleh soal prosedural dan jawaban tunggal. Instrumen asesmen autentik seperti soal terbuka, proyek matematis, dan penilaian kinerja masih jarang digunakan meskipun direkomendasikan dalam literatur (UNESCO, 2022; Park & Kim, 2022). Kebijakan Kurikulum Merdeka sebenarnya mendorong asesmen formatif dan kompetensi kreatif, namun implementasinya terkendala oleh keterbatasan pemahaman guru, kurangnya pelatihan asesmen autentik, serta minimnya perangkat penilaian yang baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi asesmen, peningkatan literasi penilaian guru, dan penggunaan instrumen kreatif secara konsisten sangat diperlukan untuk meningkatkan kreativitas matematis siswa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran dan kebijakan evaluasi pendidikan matematika di Indonesia.
Copyrights © 2026