Tradisi Buruda merupakan salah satu warisan budaya Gorontalo yang mengandung nilai historis, religius, dan sosial, namun menghadapi ancaman degradasi akibat modernisasi dan melemahnya proses pewarisan antar generasi. Penelitian ini bertujuan memahami kondisi aktual tradisi Buruda di Desa Olohuta, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunan keberlanjutan tradisi, serta menganalisis peran pemerintah desa dalam upaya pelestariannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Buruda sejak 2023 diprakarsai oleh aktor budaya lokal, tetapi partisipasi generasi milenial tetap rendah akibat dominasi musik modern, perubahan orientasi budaya, serta minimnya peran keluarga sebagai agen pewarisan. Selain itu, upaya pemerintah desa melalui musyawarah, sosialisasi, dan pembentukan kelompok belajar belum sepenuhnya efektif karena tidak diimbangi dengan minat remaja dan keterikatan mereka terhadap identitas budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan Buruda bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, keluarga, tokoh budaya, dan generasi muda melalui strategi pelestarian yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial serta perkembangan teknologi.
Copyrights © 2026