Pesatnya perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan layanan daring meningkatkan risiko kebocoran serta penyalahgunaan data pribadi, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai pengguna aktif teknologi. Kondisi ini menegaskan pentingnya kesadaran keamanan digital yang mencakup pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam penggunaan layanan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesadaran keamanan data pribadi mahasiswa serta membandingkan pengetahuan, sikap, dan perilaku keamanan digital antara mahasiswa Teknik Informatika (TI) dan Non-Teknik Informatika (Non-TI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden, terdiri dari 50 mahasiswa TI dan 50 mahasiswa Non-TI. Instrumen penelitian mengukur tiga dimensi utama kesadaran keamanan digital, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku, menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Spearman, uji t independen, dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa TI memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi pada ketiga dimensi dibandingkan mahasiswa Non-TI, namun perbedaan signifikan secara statistik hanya ditemukan pada aspek pengetahuan (p = 0,007). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif sedang antara pengetahuan dan perilaku (r = 0,383) serta antara sikap dan perilaku (r = 0,409), sementara hubungan antara pengetahuan dan sikap tergolong sangat lemah (r = −0,062). Analisis regresi menunjukkan bahwa sikap memiliki pengaruh yang relatif lebih kuat terhadap perilaku keamanan digital dibandingkan pengetahuan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan teknis saja belum cukup untuk membentuk perilaku keamanan digital yang optimal, sehingga diperlukan pendekatan edukatif yang menekankan pembentukan sikap dan pengalaman praktis di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026