Perkembangan perekonomian Indonesia sangat pesat dan membuat pebisnis sangat berkembang, khususnya pada bidang fashion. Impor tekstil dan garmen, terutama dari Tiongkok, semakin marak dan seringkali dijual dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga membebani daya saing industri lokal.Impor ilegal juga menjadi masalah, karena produk-produk ini tidak membayar pajak dan tidak mengikuti regulasi ,sehingga lebih murah .Dengan harga yang murah, masyarakat lebih tertarik membeli hasil tekstil dan garmen asal Tiongkok.Hal ini membuat para pengusaha tekstil dan garmen kalah dalam bersaing.Tujuan pada penelitian adalah menguji pengaruh likuiditas dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Nilai Perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kinerja keuangan sebagai variabel intervening. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan 14 sampel yang merupakan perusahaan manufaktur sektor garmen dan tekstil yang terdaftar di BEI tahun 2020 – 2024 dengan menggunakan software SPSS versi 26. Hasilnya adalah likuiditas tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan,Corporate Social Responsibility (CSR) tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, Corporate Social Responsibility (CSR) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, kinerja keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, kinerja keuangan tidak dapat memediasi likuiditas terhadap nilai perusahaan, serta Kinerja keuangan tidak dapat memediasi Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan.
Copyrights © 2026