Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian neuroticism terhadap kesiapan mental dan performa psikologis atlet futsal. Kepribadian merupakan faktor psikologis penting yang dapat memengaruhi cara atlet merespons tekanan, mengelola emosi, serta mempertahankan fokus selama pertandingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan checklist berdasarkan faktor Big Five Personality. Subjek penelitian adalah seorang atlet futsal laki-laki berusia 19 tahun yang tergabung dalam klub Youngboys, dengan kapten tim dijadikan sebagai subjek pembanding untuk melihat perbedaan karakteristik psikologis dan regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek utama memiliki tingkat neuroticism pada kategori sedang, yang ditandai dengan kecenderungan mengalami kecemasan, gangguan tidur menjelang pertandingan, serta kebutuhan akan validasi emosional dari lingkungan sekitar. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesiapan mental atlet, terutama pada situasi pertandingan dengan tekanan tinggi. Namun demikian, subjek tetap mampu menjaga performa psikologisnya melalui dukungan sosial yang diperoleh dari pelatih dan rekan satu tim, sehingga kontrol emosi dan fokus selama pertandingan dapat dipertahankan. Sebaliknya, kapten tim menunjukkan tingkat stabilitas emosi yang lebih baik, ditandai dengan kontrol diri yang tinggi, kemampuan berpikir rasional, serta respons yang adaptif terhadap tekanan pertandingan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa tingkat neuroticism memengaruhi cara atlet mengelola stres dan tekanan kompetitif. Temuan penelitian ini mendukung teori Big Five Personality, Self-Regulation Theory, dan Arousal–Performance Theory, yang menekankan pentingnya regulasi emosi, pengelolaan tingkat arousal yang optimal, serta peran dukungan sosial dalam menjaga performa psikologis atlet.
Copyrights © 2026