Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan storytelling dalam video spill fitur Trustmedis sebagai strategi komunikasi pemasaran digital dalam meningkatkan engagement pengguna pada layanan kesehatan digital. Pemanfaatan storytelling dinilai mampu mengemas penyampaian informasi teknis yang kompleks menjadi lebih menarik, emosional, dan mudah dipahami, khususnya bagi tenaga kesehatan sebagai target audiens utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri dari tiga pihak internal Trustmedis yang memiliki peran strategis dalam proses perencanaan konten, produksi video, serta publikasi video spill fitur selama periode Juli hingga November 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terhadap proses produksi konten, serta dokumentasi berupa arsip video dan data insight performa media sosial. Analisis penelitian ini menggunakan Teori Storytelling Marketing dari Alexander yang meliputi empat indikator, yaitu aksi, komunikasi, transmisi nilai, dan pengetahuan, serta Teori Engagement Media Sosial dari Tsai dan Men yang mencakup tiga dimensi, yaitu konsumsi, kontribusi, dan kreasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video spill fitur dengan engagement rate tertinggi, yaitu TikTok sebesar 5,8% dan Instagram sebesar 0,03%, mampu membangun kedekatan emosional dengan audiens serta mendorong keterlibatan pengguna secara aktif. Struktur cerita yang diawali dengan penggambaran pain point pengguna terbukti lebih efektif dalam menarik perhatian tenaga kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa storytelling tidak hanya efektif untuk produk B2C, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada produk B2B seperti SaaS kesehatan, dengan penekanan pada kualitas engagement dibandingkan kuantitas jangkauan.
Copyrights © 2026