Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sejauh mana pelatihan dan kompetensi kerja mempengaruhi kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan, di (UPTD) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Wilayah V Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah non-probability sampling dengan metode sampling jenuh, dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang. Analisis data dilakukan melalui uji kualitas data, regresi linier sederhana, dan regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 25.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa data untuk variabel pelatihan, kompetensi, dan kinerja kerja memiliki kualitas yang valid dan reliabel. Secara signifikan, baik secara parsial maupun simultan, pelatihan dan kompetensi kerja mempengaruhi kinerja pegawai di (UPTD) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Wilayah V Kabupaten Bekasi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pelatihan yang diterima pegawai serta pengembangan kompetensi yang dimiliki oleh pegawai berperan besar dalam peningkatan kinerja mereka. Kinerja pegawai yang optimal dapat dicapai apabila pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tugas dan tanggung jawab yang diemban, serta didukung oleh kompetensi yang relevan dengan pekerjaan yang dilakukan. Pengelolaan sumber daya manusia yang berbasis kompetensi dan pelatihan yang berkesinambungan sangat penting untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Wilayah V Kabupaten Bekasi dapat lebih fokus dalam merancang dan melaksanakan program pelatihan yang efektif serta terus meningkatkan kompetensi pegawai agar dapat mencapai hasil kerja yang lebih baik dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Copyrights © 2026