Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap harga saham emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Rentang waktu tersebut dipilih untuk merepresentasikan kondisi ekonomi pada masa pandemi COVID-19 hingga periode pemulihan pasca-pandemi, yang ditandai dengan ketidakpastian ekonomi dan volatilitas pasar yang cukup tinggi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria tertentu sehingga diperoleh 15 perusahaan perbankan yang memenuhi syarat sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan, publikasi resmi Bank Indonesia, serta data pasar modal. Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, yang diolah menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Service Solution) for Mac versi 31 serta Microsoft 365 untuk mendukung pengolahan dan penyajian data. Pengujian dilakukan baik secara parsial maupun simultan untuk mengetahui sejauh mana inflasi dan suku bunga memengaruhi harga saham perbankan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, variabel inflasi dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan yang diteliti. Temuan ini mengindikasikan bahwa selama periode pandemi dan pasca-pandemi, faktor makroekonomi tersebut bukanlah determinan utama dalam pergerakan harga saham sektor perbankan. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh dominannya faktor lain, seperti sentimen pasar, stabilitas kinerja internal bank, kebijakan restrukturisasi kredit, serta kepercayaan investor terhadap sektor perbankan nasional. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya bagi investor dan analis pasar modal untuk mempertimbangkan variabel non-makroekonomi dalam pengambilan keputusan investasi.
Copyrights © 2026