Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dengan mengandalkan data yang dikumpulkan melalui pengukuran sistematis memanfaatkan informasi yang diperoleh dari kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data. Populasi penelitian terdiri dari calon pembeli serta individu yang telah menggunakan parfum Gelluna di Kota Bandung, Pengambilan sampling dilakukan menggunakan metode purposive sampling, menghasilkan sampel sekitar 100 responden dalam rentang usia 17 hingga 35 tahun, yang terdiri dari Generasi Z dan Milenial, yang tinggal di Kota Bandung. Setiap aspek diukur menggunakan skala Likert yang berkisar dari 1-5, Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa minat membeli dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh desain kemasan, tagline, serta variasi produk. Temuan ini mengindikasikan bahwa masing-masing elemen tersebut memiliki kontribusi langsung dalam membentuk preferensi konsumen. Sementara itu, pengujian simultan mengungkapkan bahwa ketiga elemen tersebut secara kolektif memberikan kontribusi yang substansial, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 77,9%. Ini berarti desain kemasan, tagline, dan variasi produk dapat menjelaskan 77,9% variasi dalam minat beli. Temuan penelitian ini memberikan dasar bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan desain kemasan agar lebih menarik secara estetika, menciptakan tagline yang mudah diingat dan komunikatif, serta menambah jumlah variasi produk serta variasi ukuran yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 31. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya inovasi pemasaran untuk memperkuat daya saing produk parfum di kalangan konsumen
Copyrights © 2026