Praktik produksi dalam sistem ekonomi modern yang didominasi oleh orientasi keuntungan sering kali menimbulkan berbagai persoalan, seperti eksploitasi tenaga kerja, ketimpangan distribusi nilai tambah, serta degradasi lingkungan. Di sisi lain, upaya keberlanjutan bisnis menuntut adanya keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam konteks ini, ekonomi Islam menawarkan pendekatan alternatif melalui penerapan etika produksi yang berlandaskan nilai keadilan (‘adl), amanah, tanggung jawab, keseimbangan (tawazun), serta orientasi kemaslahatan (maṣlaḥah), dengan menolak praktik produksi yang bersifat eksploitatif, zalim, dan merugikan pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika produksi dalam ekonomi Islam serta perannya sebagai faktor penentu keberlanjutan bisnis modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik yang berkaitan dengan etika produksi Islam, konsep produksi dalam sistem ekonomi konvensional, dan teori keberlanjutan bisnis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan etika produksi dalam ekonomi Islam berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan bisnis melalui praktik produksi yang adil, pemberian upah yang layak, kemitraan berbasis bagi hasil, penggunaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, serta penguatan tanggung jawab sosial perusahaan. Etika produksi Islam juga terbukti mampu mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga menciptakan keberlanjutan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa etika produksi dalam ekonomi Islam merupakan fondasi penting bagi pembangunan bisnis modern yang berkeadilan, beretika, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026