Indonesia kaya dengan berbagai macam budaya lokal, salah satunya adalah batik, yang merupakan warisan budaya Indonesia yang luhur. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki seni dan motif batiknya sendiri, tak terkecuali Kota Salatiga yang memiliki budaya batik, yang bernama batik Selotigo. Kebanggaan pada budaya lokal merupakan sebuah emosi yang memainkan peran sentral untuk menciptakan kesempatan berwirausaha, hal ini yang menciptakan entrepreneurial opportunity. Saat konsumen memakai batik di acara formal, informal, atau membagikannya di media sosial, konsumen menjadi agen promosi budaya, dan mereka ikut berperan mempromosikan budaya lokal batik ke masyarakat luas. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana peran batik UKM Batik Selotigo sebagai aset budaya dalam menciptakan entrepreneurial opportunity dan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemberdayaan ekonomi lokal berbasis aset budaya batik dalam membangkitkan peran pada budaya lokal batik serta menilai kontribusi batik dalam mengembangkan alternatif usaha Batik Selotigo menggunakan entrepreneurial opportunity pada budaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus, wawancara dilakukan secara terstuktur kepada 4 narasumber sebagai informan penelitian, serta data riil dari lapangan internal dan eksternal. Hasil penelitian diperoleh dengan mengalisis data dengan triangulasi data sebagai validasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa UKM Batik Selotigo ini tidak hanya berkontribusi secara pemberdayaan ekonomi lokal, tetapi juga berperan dalam pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan sosial, serta entrepreneurial opportunity. Pengelolaan usaha batik selotigo berbasis budaya lokal, menjadikannya sebagai entrepreneurial opportunity terhadap ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026