Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman psychological safety karyawan dalam tim kreatif serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Psychological safety dipahami sebagai kondisi psikologis di mana karyawan merasa aman untuk mengekspresikan ide, pendapat, maupun kesalahan tanpa takut akan konsekuensi negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif. Subjek penelitian terdiri atas 15 karyawan yang tergabung dalam tiga tim kreatif di sebuah perusahaan desain digital, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological safety tercermin melalui keberanian karyawan dalam menyampaikan ide kreatif, adanya dukungan sosial, komunikasi terbuka, serta umpan balik yang konstruktif antar anggota tim. Selain itu, budaya tim yang inklusif dan kepemimpinan yang suportif turut memperkuat rasa aman psikologis. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa tekanan deadline yang tinggi, konflik interpersonal, serta keberadaan hierarki informal dapat menurunkan psychological safety dalam situasi tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological safety dalam tim kreatif bersifat dinamis dan dibentuk oleh interaksi sosial, budaya tim, serta kondisi kerja. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya pemahaman psychological safety sebagai pengalaman subjektif karyawan serta implikasi praktis bagi organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kreativitas dan kolaborasi.
Copyrights © 2026