Pasar Atom Surabaya sebagai salah satu pusat kuliner tradisional menghadapi tantangan signifikan dalam mempertahankan eksistensi pelaku kuliner lokal di tengah meningkatnya preferensi konsumen terhadap layanan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan daya saing pelaku usaha kuliner lokal di Pasar Atom Surabaya melalui integrasi strategi pemasaran digital dan penguatan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 30 informan yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu 10 pelaku usaha kuliner yang telah memanfaatkan media sosial, 10 pelaku usaha kuliner yang belum menggunakan media sosial, dan 10 konsumen kuliner lokal Pasar Atom. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema utama, serta hubungan antar konsep yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial dan platform layanan pesan antar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan visibilitas, akses pasar, dan penjualan pelaku usaha kuliner. Namun, adopsi digital marketing masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital, keterbatasan waktu pengelolaan usaha, serta persepsi bahwa promosi konvensional masih cukup efektif. Di sisi lain, kualitas produk tetap menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan konsumen, yang dalam konteks digital juga dipengaruhi oleh kualitas konten visual dan ulasan daring. Simpulannya bahwa peningkatan daya saing kuliner lokal memerlukan sinergi antara strategi pemasaran digital yang terintegrasi dan penguatan kualitas produk yang didukung oleh kredibilitas digital. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha, pengelola pasar, dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan UMKM kuliner tradisional di era digital
Copyrights © 2026