Perkembangan pasar modal Indonesia pada periode terkini menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi, ditandai dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sekitar 5% dan terjadinya trading halt oleh Bursa Efek Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian pasar akibat kebijakan fiskal pemerintah, aksi net sell investor asing, serta tekanan yang signifikan pada sektor teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Equity (ROE), Earnings Per Share (EPS), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian terdiri dari 13 perusahaan sektor teknologi yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan total 52 unit observasi. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROE dan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham, sedangkan EPS berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ROE, EPS, dan DER berpengaruh signifikan terhadap Return Saham dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,938, yang menunjukkan bahwa model memiliki daya jelas yang sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor pada sektor teknologi lebih menekankan pada laba per saham dibandingkan profitabilitas berbasis ekuitas dan tingkat leverage perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor dan manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya pada sektor teknologi yang memiliki tingkat risiko dan volatilitas tinggi.
Copyrights © 2026