Pelabuhan dan galangan kapal memiliki peran strategis dalam mendukung sistem transportasi laut, arus logistik, serta perkembangan industri maritim. Namun, meningkatnya aktivitas operasional di kawasan pelabuhan juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah padat dan limbah cair. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan pembangunan dan perawatan kapal dapat mencemari lingkungan perairan dan pesisir apabila tidak dikelola secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengelolaan pelabuhan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, salah satunya melalui penerapan konsep Green Port.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep Green Port dalam pengelolaan limbah padat dan limbah cair di Pelabuhan PT. Karimun Sembawang Shipyard. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, dokumentasi, serta studi literatur yang dilakukan selama kegiatan magang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pengelolaan lingkungan yang diterapkan oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Karimun Sembawang Shipyard telah menerapkan sejumlah prinsip dasar Green Port, terutama dalam pengelolaan limbah padat dan limbah cair serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku. Sistem pengelolaan limbah yang diterapkan mampu mengurangi potensi pencemaran lingkungan pesisir dan meningkatkan kualitas lingkungan kerja. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, khususnya dalam aspek peningkatan kapasitas fasilitas pengelolaan limbah dan kesadaran sumber daya manusia. Secara keseluruhan, penerapan konsep Green Port diharapkan dapat terus dikembangkan guna mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kinerja operasional pelabuhan.
Copyrights © 2026