Keterampilan menyimak merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang sering terabaikan dalam praktik pendidikan konvensional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media audio storytelling berbasis augmented reality untuk meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian dan pengembangan mengadaptasi model ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan media, pengembangan prototipe, implementasi terbatas, dan evaluasi formatif. Subjek penelitian melibatkan 45 siswa kelas lima sekolah dasar yang dipilih secara purposif dari tiga sekolah di wilayah perkotaan. Instrumen pengumpulan data mencakup tes kemampuan menyimak, lembar observasi aktivitas belajar, angket respons siswa, dan panduan wawancara guru. Hasil validasi ahli media menunjukkan skor rata-rata 4,6 dari skala 5,0 dengan kategori sangat layak, sementara validasi ahli materi memperoleh skor 4,5 yang mengindikasikan kelayakan konten pembelajaran. Uji coba terbatas menghasilkan peningkatan signifikan pada kemampuan menyimak dengan nilai rata-rata meningkat dari 68,4 menjadi 84,2, menandakan peningkatan sebesar 23,1 persen. Analisis respons siswa menunjukkan tingkat kepuasan 89,3 persen dengan aspek interaktivitas dan visualisasi tiga dimensi mendapat apresiasi tertinggi. Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa integrasi teknologi augmented reality dengan narasi audio yang dirancang secara pedagogis mampu menciptakan pengalaman belajar yang immersif dan meningkatkan motivasi serta konsentrasi siswa dalam aktivitas menyimak. Media yang dikembangkan juga memfasilitasi pembelajaran mandiri dan memberikan umpan balik instan yang mendukung proses metakognitif siswa dalam memahami teks lisan berbahasa Indonesia.
Copyrights © 2026