Desentralisasi fiskal merupakan instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah, memperkuat kapasitas keuangan pemerintah daerah, serta mendorong efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun demikian, implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan struktural, seperti tingginya ketergantungan daerah terhadap transfer fiskal dari pemerintah pusat, ketimpangan kapasitas fiskal antar daerah, serta lemahnya tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kajian, temuan utama, serta permasalahan desentralisasi fiskal sebagai instrumen otonomi daerah di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan menelaah sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020–2025 dan dinilai relevan dengan topik desentralisasi fiskal dan otonomi daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara konseptual desentralisasi fiskal memiliki peran strategis dalam mendukung otonomi daerah dan prinsip money follows function. Namun, dalam praktiknya, kebijakan ini belum sepenuhnya mampu mewujudkan kemandirian fiskal dan pemerataan pembangunan antar daerah. Oleh karena itu, diperlukan reorientasi kebijakan desentralisasi fiskal yang menekankan penguatan kapasitas fiskal dan kelembagaan daerah, peningkatan akuntabilitas dan kualitas belanja daerah, serta harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar tujuan otonomi daerah dapat tercapai secara optimal.
Copyrights © 2026