Pemeliharaan (maintenance) dan keandalan (reliability) merupakan komponen penting dalam manajemen operasional karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran proses produksi, stabilitas sistem, serta efisiensi biaya perusahaan. Pengelolaan pemeliharaan yang tidak tepat dapat memicu peningkatan frekuensi kerusakan mesin, bertambahnya waktu henti produksi, serta membengkaknya biaya operasional. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk menerapkan sistem pemeliharaan yang terencana dan berbasis keandalan guna menjaga kontinuitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep maintenance dan reliability dalam sistem operasi serta menganalisis perannya dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku teks manajemen operasi dan artikel ilmiah yang relevan, khususnya yang membahas strategi pemeliharaan, analisis keandalan sistem, serta pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemeliharaan yang terencana, seperti preventive maintenance dan predictive maintenance, mampu meningkatkan tingkat keandalan peralatan, memperpanjang umur pakai aset, serta mengurangi risiko kegagalan operasional yang tidak terduga. Selain itu, penerapan konsep TPM yang melibatkan partisipasi seluruh elemen organisasi berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas penggunaan peralatan, menekan downtime, dan menjaga stabilitas proses produksi. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara perencanaan pemeliharaan yang sistematis dan analisis reliability merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi operasional, menjaga keberlangsungan produksi, serta mengendalikan biaya operasional secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan pemeliharaan yang efektif dan berbasis keandalan, perusahaan dapat meningkatkan daya saing, mengoptimalkan kinerja aset, dan mendukung pencapaian tujuan operasional maupun strategis jangka panjang.
Copyrights © 2026