Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kesempatan Bertumbuh, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap Earnings Response Coefficient (ERC) dengan Kepemilikan Manajerial sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian, sehingga diperoleh empat belas perusahaan dengan total tujuh puluh observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel serta uji interaksi untuk menguji peran variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Earnings Response Coefficient, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan skala yang lebih besar cenderung mendapatkan respons pasar yang lebih kuat terhadap informasi laba. Sementara itu, Kesempatan Bertumbuh dan Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap ERC. Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa Kepemilikan Manajerial tidak mampu memoderasi hubungan antara Kesempatan Bertumbuh, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap ERC. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor di pasar modal Indonesia masih lebih mempertimbangkan karakteristik fundamental perusahaan, khususnya ukuran perusahaan, dalam merespons informasi laba dibandingkan peluang pertumbuhan maupun struktur pendanaan perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan teori sinyal dan teori keagenan serta diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajemen, investor, dan akademisi dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi Earnings Response Coefficient pada perusahaan manufaktur sektor industri di Indonesia.
Copyrights © 2026