Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemilikan Manajerial Memoderasi Pengaruh Kesempatan Bertumbuh, Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap ERC Jayusman, Carissa Putri; Julaecha, Hesty Erviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kesempatan Bertumbuh, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap Earnings Response Coefficient (ERC) dengan Kepemilikan Manajerial sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian, sehingga diperoleh empat belas perusahaan dengan total tujuh puluh observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel serta uji interaksi untuk menguji peran variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Earnings Response Coefficient, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan skala yang lebih besar cenderung mendapatkan respons pasar yang lebih kuat terhadap informasi laba. Sementara itu, Kesempatan Bertumbuh dan Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap ERC. Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa Kepemilikan Manajerial tidak mampu memoderasi hubungan antara Kesempatan Bertumbuh, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap ERC. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor di pasar modal Indonesia masih lebih mempertimbangkan karakteristik fundamental perusahaan, khususnya ukuran perusahaan, dalam merespons informasi laba dibandingkan peluang pertumbuhan maupun struktur pendanaan perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan teori sinyal dan teori keagenan serta diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajemen, investor, dan akademisi dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi Earnings Response Coefficient pada perusahaan manufaktur sektor industri di Indonesia.
Karolina Kavnet Daeli Faktor Terjadinya Underpricing Saham Ketika Perusahaan IPO Di Bursa Efek Indonesia daeli, Karolina kavnet; julaecha, hesty erviani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh pengaruh reputasi underwriter, tingkat likuiditas, proporsi penawaran saham kepada publik, serta ukuran perusahaan terhadap tingkat underpricing pada perusahaan manufaktur sektor konsumen non-siklik yang melaksanakan penawaran umum perdana (Initial Public Offering atau IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2023. Fenomena underpricing masih menjadi isu utama di pasar modal Indonesia karena mencerminkan selisih antara harga penawaran awal dan harga penutupan saham pada hari pertama perdagangan, yang menandakan adanya ketimpangan informasi antara emiten, investor, dan pihak penjamin emisi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari prospektus, laporan keuangan tahunan, serta data IPO yang dipublikasikan oleh BEI. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 45 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 31. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap underpricing, yang berarti semakin tinggi kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya, maka kecenderungan terjadinya underpricing semakin rendah. Sebaliknya, reputasi underwriter, persentase penawaran saham, dan ukuran perusahaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, keempat variabel independen terbukti berpengaruh terhadap underpricing, sehingga penelitian ini menegaskan bahwa kondisi keuangan yang stabil mampu mengurangi risiko underpricing dalam proses IPO di pasar modal Indonesia.