Peningkatan minat mahasiswa terhadap produk thrift merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumsi yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan efisiensi ekonomi. Kesadaran terhadap dampak negatif industri fast fashion mendorong mahasiswa memilih produk thrift sebagai alternatif konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, keterbatasan daya beli menjadikan harga terjangkau sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan pembelian. Di sisi lain, brand image juga memiliki peran penting karena produk thrift bermerek tetap mampu memberikan nilai emosional, simbolik, serta mendukung citra diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh affordable price dan brand image terhadap purchase intention produk thrift pada mahasiswa di wilayah Solo Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 61 mahasiswa yang mengetahui atau pernah membeli produk thrift dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian disusun menggunakan skala Likert lima poin dan telah memenuhi uji validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak SPSS yang meliputi uji asumsi klasik uji t uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa affordable price berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention produk thrift yang mengindikasikan bahwa harga yang terjangkau dan sesuai dengan kualitas mampu meningkatkan persepsi nilai ekonomis mahasiswa. Brand image juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention karena citra merek yang baik mampu meningkatkan kepercayaan ketertarikan dan nilai emosional konsumen. Secara simultan affordable price dan brand image berpengaruh signifikan terhadap purchase intention produk thrift. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha thrift dalam merancang strategi.
Copyrights © 2026