Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filsafat sejarah Melayu yang termanifestasi dalam tradisi hikayat serta menelaah transformasinya dalam konteks pembentukan negara bangsa modern. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui penelaahan mendalam terhadap teks-teks klasik hikayat Melayu, karya historiografi modern, serta literatur akademik yang membahas historiografi Melayu, filsafat sejarah, identitas kultural, dan konstruksi negara bangsa. Proses analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi karakter ontologis, epistemologis, dan teleologis sejarah Melayu, sekaligus memetakan pergeseran paradigma historiografis yang muncul seiring dengan masuknya modernisasi dan rasionalisasi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hikayat tidak semata berfungsi sebagai narasi masa lalu, melainkan sebagai medium simbolik yang menyatukan kekuasaan politik, legitimasi religius, nilai moral, serta kosmologi masyarakat Melayu, di mana kebenaran sejarah ditentukan oleh makna, fungsi sosial, dan legitimasi kolektif, bukan oleh verifikasi faktual semata. Dalam negara bangsa modern, tradisi historiografi Melayu mengalami transformasi signifikan, yakni pergeseran dari sejarah sebagai praksis makna dan narasi sakral-komunal menuju sejarah sebagai instrumen institusional yang bersifat rasional, administratif, dan nasionalistik. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa filsafat sejarah Melayu tidak sepenuhnya tereduksi oleh positivisme sejarah modern, melainkan tetap menyimpan potensi reflektif dan kritis yang penting, khususnya sebagai landasan alternatif dalam memahami sejarah sebagai ruang etis, simbolik, dan identitas kultural dalam diskursus historiografi kontemporer.
Copyrights © 2026