Transformasi digital dalam dunia pendidikan telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan, terutama melalui pemanfaatan internet sebagai sumber utama informasi dan media pembelajaran. Di satu sisi, perkembangan ini memberikan kemudahan akses pengetahuan dan memperluas ruang belajar siswa. Namun, di sisi lain, peningkatan aktivitas digital juga diiringi oleh meningkatnya risiko keamanan siber, khususnya bagi pelajar yang termasuk kelompok pengguna internet paling aktif. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan program literasi keamanan digital melalui pengembangan modul edukasi interaktif berbasis web bernama PHISH-CHECK yang dirancang khusus untuk siswa MA Raudlatul Hidayah, Kabupaten Tangerang. Meskipun sebagian siswa telah mengenal penipuan digital secara umum, kemampuan mereka dalam melakukan analisis teknis serta merespons ancaman phishing secara sistematis masih tergolong terbatas. Program ini mengintegrasikan pembelajaran konseptual mengenai phishing, simulasi interaktif dengan tiga skenario autentik yaitu login palsu, undian hadiah, dan formulir beasiswa, serta panduan praktis perlindungan data pribadi. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop intensif yang melibatkan 25 siswa selama satu hari penuh di laboratorium komputer sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap indikator teknis phishing, seperti analisis struktur URL, verifikasi domain, dan identifikasi inkonsistensi visual. Siswa yang sebelumnya mengandalkan intuisi mulai menerapkan pendekatan evaluasi yang lebih terstruktur dan sistematis. Evaluasi pasca-workshop menunjukkan peningkatan kemampuan deteksi teknis secara signifikan, menandakan pergeseran dari penilaian intuitif menuju analisis berbasis indikator konkret. Platform PHISH-CHECK juga berfungsi sebagai media pembelajaran mandiri yang mendukung penguatan literasi keamanan digital secara berkelanjutan dan berpotensi direplikasi sebagai model intervensi edukatif keamanan siber berbasis sekolah. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan siswa terhadap ancaman digital masa depan yang semakin kompleks.
Copyrights © 2026