Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasterisasi Data Ekonomi dan Demografi Menggunakan K-Means: Studi Kasus Saham, Neraca Pembayaran, GDP, dan Kependudukan Samudra, Dimas Rahma; Herdiyana, Jusuf Herlambang; Fauzan, Muhammad; Zuhdi, Aqiel Maulidan; Kurniawan, Muhammad Farraz Pradipta Bintang; Alfian, Zurnan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1266

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa baik dan fleksibel algoritma K-Means dalam mengidentifikasi pola tersembunyi pada berbagai data demografis dan ekonomi. Data seri waktu harga saham TLKM (2003), data makroekonomi neraca pembayaran AS (2000–2010), data PDB lintas sektoral negara-negara ASEAN (2014), riwayat kinerja perdagangan bulanan (2018), dan data populasi Kabupaten Minahasa Utara merupakan lima studi kasus yang dianalisis. Untuk memastikan kesetaraan bobot fitur, teknik studi mencakup langkah pra-pemrosesan dengan normalisasi Min-Max. Skor Silhouette kemudian digunakan untuk mengevaluasi secara objektif kualitas hasil pengelompokan. Hasil analisis menunjukkan bahwa K-Means secara konsisten menghasilkan kluster yang bermakna dan mudah dipahami di seluruh dataset. Algoritma ini dapat membedakan dua rezim pasar saham, membedakan antara periode booming ekonomi dan krisis, membagi negara-negara ASEAN menjadi tiga tingkat ekonomi, mengidentifikasi bulan-bulan dengan kinerja luar biasa, dan memetakan subdistrik berdasarkan profil demografis perkotaan dan pedesaan.
Pengembangan Modul Edukasi Interaktif Berbasis Web Untuk Deteksi Phishing Di Ma Raudlatul Hidayah Khudin, Fat; Samudra, Dimas Rahma; Fauzan, Muhammad; Utama, Indriani; Sarman, Sarman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5304

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan, terutama melalui pemanfaatan internet sebagai sumber utama informasi dan media pembelajaran. Di satu sisi, perkembangan ini memberikan kemudahan akses pengetahuan dan memperluas ruang belajar siswa. Namun, di sisi lain, peningkatan aktivitas digital juga diiringi oleh meningkatnya risiko keamanan siber, khususnya bagi pelajar yang termasuk kelompok pengguna internet paling aktif. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan program literasi keamanan digital melalui pengembangan modul edukasi interaktif berbasis web bernama PHISH-CHECK yang dirancang khusus untuk siswa MA Raudlatul Hidayah, Kabupaten Tangerang. Meskipun sebagian siswa telah mengenal penipuan digital secara umum, kemampuan mereka dalam melakukan analisis teknis serta merespons ancaman phishing secara sistematis masih tergolong terbatas. Program ini mengintegrasikan pembelajaran konseptual mengenai phishing, simulasi interaktif dengan tiga skenario autentik yaitu login palsu, undian hadiah, dan formulir beasiswa, serta panduan praktis perlindungan data pribadi. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop intensif yang melibatkan 25 siswa selama satu hari penuh di laboratorium komputer sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap indikator teknis phishing, seperti analisis struktur URL, verifikasi domain, dan identifikasi inkonsistensi visual. Siswa yang sebelumnya mengandalkan intuisi mulai menerapkan pendekatan evaluasi yang lebih terstruktur dan sistematis. Evaluasi pasca-workshop menunjukkan peningkatan kemampuan deteksi teknis secara signifikan, menandakan pergeseran dari penilaian intuitif menuju analisis berbasis indikator konkret. Platform PHISH-CHECK juga berfungsi sebagai media pembelajaran mandiri yang mendukung penguatan literasi keamanan digital secara berkelanjutan dan berpotensi direplikasi sebagai model intervensi edukatif keamanan siber berbasis sekolah. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan siswa terhadap ancaman digital masa depan yang semakin kompleks.