Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan ketahanan gizi pelajar di Indonesia. Fokus penelitian meliputi identifikasi mekanisme pelaksanaan program, tantangan operasional yang dihadapi dalam implementasi di lapangan, serta efektivitas program dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui literature review terhadap dokumen kebijakan nasional, artikel jurnal akademik, serta laporan resmi pemerintah dan lembaga terkait yang relevan dengan program MBG. Validitas data diperkuat dengan teknik triangulasi sumber guna memastikan konsistensi, kredibilitas, dan akurasi temuan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Program MBG dirancang dengan mekanisme implementasi yang relatif sistematis melalui tiga skema penyaluran yang bersifat fleksibel dan adaptif, serta melibatkan koordinasi multistakeholder, termasuk pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, serta mitra penyedia pangan. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti disparitas infrastruktur antarwilayah, ketimpangan kapasitas kelembagaan, serta permasalahan terkait kualitas dan keamanan pangan. Secara potensial, Program MBG berkontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting, peningkatan kehadiran siswa di sekolah, serta perbaikan capaian akademik, sekaligus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Implikasi penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem monitoring dan evaluasi keamanan pangan, peningkatan investasi infrastruktur di daerah tertinggal, serta pengembangan model implementasi yang adaptif berbasis konteks lokal guna memaksimalkan efektivitas dan keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026