Minum Kopi adalah sebuah tradisi yang cukup kuat bagi masyarakat Aceh Khususnya Banda Aceh. Warung kopi menjadi roda penggerak ekonomi lokal dan membuka lapangan pekerjaan. Di Banda Aceh sendiri yang telah dikenal dengan julukan “seribu satu warung kopi”, hal ini dikarenakan jumlah warung kopi bertebaran dimana-mana. Banda Aceh sendiri memiliki setidaknya ratusan warung kopi mulai yang tradisional hingga modern. Terdata pada tahun 2025 sebanyak 854 coffee shop yang berada dalam kawasan Banda Aceh. Perkembangan coffee shop ini cukup siginifikan, tahun 2024 jumlah coffee shop hanya 568, artinya di tahun 2025 mengalami jumlah kenaikan cukup banyak. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebertahanan pengusaha coffe shop karena dampak bencana hidrometeorologi di Banda Aceh dengan menjadikan 50 pengusaha coffee shop sebagai sampel. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi kebertahanan pengusaha coffee shop di Banda Aceh karena dampak bencana hidrometeorologi, faktor pertama adalah faktor internal yaitu ketersediaan modal usaha, lokasi usaha dan pendapatan usaha dan kedua adalah faktor eksternal yaitu keberadaan pesaing, harga bahan pokok dan daya beli masyarakat. Dari faktor internal yang paling dominan adalah faktor pendapatan usaha. faktor eksternal yang paling dominan adalah daya beli masyarakat. Kedua faktor yang paling dominan ini adalah faktor yang mempunyai pengaruh cukup besar terhadap kebertahanan para pengusaha coffee shop di Banda Aceh.
Copyrights © 2026