Siswa SMP Negeri 28 Surabaya cenderung menunjukkan tingkat keaktifan yang lebih tinggi ketika kegiatan diskusi pembelajaran difasilitasi melalui media digital dibandingkan dengan diskusi tatap muka di kelas. Fenomena ini diduga berkaitan dengan kebiasaan siswa yang intensif menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi sehari-hari, sehingga terjadi pergeseran kenyamanan dari komunikasi langsung menuju komunikasi berbasis media digital. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pola komunikasi siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecanduan media sosial terhadap pola komunikasi siswa dalam kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 28 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto untuk menelaah hubungan sebab akibat berdasarkan data yang telah terjadi. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya guna memastikan keakuratan instrumen penelitian. Data selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecanduan media sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pola komunikasi siswa. Hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung sebesar -5,824 yang lebih besar dari t tabel 1,984 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Besarnya pengaruh kecanduan media sosial terhadap pola komunikasi siswa ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,257 atau 25,7%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan media sosial siswa, semakin rendah kualitas pola komunikasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Copyrights © 2026