Penelitian kuantitatif ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi dampak atau pengaruh praktik greenwashing terhadap intensi pembelian sepeda listrik di wilayah Kecamatan Benowo, Surabaya Barat, dengan menempatkan operational excellence sebagai variabel mediasi dalam kerangka konseptualnya. Menggunakan teknik Path Analysis, studi ini juga mengungkapkan bahwa strategi pemasaran lingkungan yang semu atau manipulatif memberikan pengaruh negatif yang sangat signifikan terhadap niat beli konsumen sekaligus dapat merusak persepsi mereka mengenai keunggulan operasional perusahaan tersebut. Sebaliknya, ditemukan bahwa operational excellence memberikan kontribusi positif yang kuat terhadap intensi pembelian dan berfungsi sebagai mediator krusial yang menjembatani hubungan antara citra pemasaran dengan keputusan akhir calon konsumen. Temuan riset ini menyimpulkan bahwa kegagalan dalam menjaga transparansi informasi tidak hanya menghambat minat beli secara langsung, tetapi juga secara sistematis menghancurkan kredibilitas operasional yang telah dibangun. Penyesatan informasi lingkungan terbukti memperburuk penilaian konsumen terhadap kualitas serta efisiensi layanan, sehingga membuat menurunnya keinginan mereka untuk mengadopsi teknologi kendaraan listrik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, integritas dalam klaim keberlanjutan menjadi aspek yang sangat krusial bagi perusahaan; segala bentuk distorsi informasi akan mengikis kepercayaan publik dan merusak performa penjualan di pasar lokal. Perusahaan harus menyadari bahwa transparansi adalah fondasi utama untuk mempertahankan minat konsumen di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin kompetitif dan menantang saat ini.
Copyrights © 2026