Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Belanja Hedonis, Kualitas Website Dan Keragaman Produk Terhadap Pembelian Impulsif Konsumen Miniso Pada Website Shopee Di Surabaya Selatan Maharani, Tyara Kurnia; Agustin, Ni Ketut Yulia; Aditya, Dana
PRAGMATIS Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Faculty of Economic and Business Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/pragmatis.v4i2.3920

Abstract

The purpose of this research was to know the hedonic shopping motivation, website quality and product diversity affect the impulse buying of miniso consumers on the shopee site in South Surabaya. The population in this study is Surabaya residents who have shopped at Miniso through the Shopee website. The sampling technique used in this study is non-probability sampling using purposive sampling and the research sample obtained is 100 respondents. Data collection techniques using google form. Before testing the hypothesis, test is performed the reliability and validity tests are performed. The result is that all variables are valid and reliable. The results of the t test show each variable with a significance less than 0.05. Thus, "hedonic shopping motivation, website quality, and product assortment have a significant effect on minisio consumer impulse purchases on the shopee website in South Surabaya" can be proven true.
BEYOND INTENTIONS: UNDERSTANDING THE IMPACT OF VALUE CO-CREATION ON DEPOSIT WASTE SEGREGATION Aditya, Dana; Mustikorini, Dwi Indah; Tamonsang, Matheous
International Journal of Social Service and Research Vol. 4 No. 12 (2024): International Journal of Social Service and Research
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v4i12.1143

Abstract

This study examines the factors influencing the intention to segregate waste and participate in waste bank programs, based on the Theory of Planned Behavior (TPB) and the concept of value co-creation. The research highlights the significant role of attitudes, subjective norms and perceived behavioral in shaping the intention to segregate waste. However, it finds that attitudes, subjective norms and perceived behavioral control did not significantly influence the intention to segregate waste. This suggests that participants' decisions to engage in waste management practices were less affected by their attitudes, subjective norms and perceived control over the behavior. Furthermore, value co-creation was found to mediate the relationship between attitudes and intentions, indicating that when consumers actively contribute to creating value, they become more motivated to continue their pro-environmental behaviors. The study also reveals that positive experiences and a sense of ownership in the waste management process reinforce participants' commitment to segregating waste, even without external pressure or rewards. The findings provide valuable insights into how programs involving active participation in co-creating value can enhance environmental behaviors.
Peran Krusial Perilaku Impulsif Dalam Memediasi Pengaruh Kualitas Informasi Dan Interaksi Terhadap Minat Wirausaha Aditya, Dana; Agustini, Ni Ketut Yulia
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i6.32355

Abstract

This study aims to analyze the mediating role of impulsive behavior in the relationship between information quality and interaction on entrepreneurial intention. Using a quantitative approach, data were collected through a survey targeting individuals who actively access entrepreneurial content via digital platforms. Structural Equation Modeling (SEM) was employed to examine both direct and indirect relationships among variables. The findings reveal that information quality and interaction intensity significantly influence impulsive behavior, which in turn affects entrepreneurial intention. Impulsive behavior serves as a critical mediator that enhances the impact of information quality and interaction on entrepreneurial motivation. These results suggest that entrepreneurial communication strategies should consider the emotional and spontaneous tendencies of the audience to effectively transform interest into concrete entrepreneurial actions.
Pengaruh Kesadaran Merek, Keterlibatan Konsumen Dan Kepercayaan Merek Terhadap Loyalitas Konsumen: (Studi Kasus pada Event Anget Sari Blusukan Kampung RW 03 Kelurahan Dukuh Pakis) Violita Nada Hermansya, Vennes; Aditya, Dana
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i4.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran merek, keterlibatan konsumen, dan kepercayaan merek terhadap loyalitas konsumen studi kasus pada event Anget Sari “Blusukan Kampung” di kelurahan Dukuh Pakis RW 03. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberasilan dari event Anget Sari Blusukan Kampung di RW 03 Kelurahan Dukuh Pakis Kota Surabaya yang diadakan oleh PT. Forisa Nusapersada. Diketahui bahwa PT. Forisa Nusapersada menerapkan strategi pemasaran below the line (BTL) untuk memenangkanpersaingan pasar dan meningkatkan loyalitas kosumen. Diperoleh hasil bahwa ketiga variabel independen ini memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen, dengan keterlibatan konsumen memberikan kontribusi terbesar. Hal ini sejalan dengan teori pemasaran yang menyatakan bahwa keterlibatan konsumen yang tinggi dapat meningkatkan ikatan emosional dan keterikatan dengan merek, sehingga mendorong loyalitas yang lebih besar. Kesadaran merek dan kepercayaan merek juga terbukti signifikan, namun dengan pengaruh yang lebih kecil dibandingkan keterlibatan konsumen.
Pelatihan Komunikasi Pemasaran sebagai Media Promosi untuk Produk Usaha Mikro Kecil di Surabaya: Training in Marketing Communication as a Promotional Media for Micro and Small Business Products in Surabaya Soebandhi, Santirianingrum; Wahyudiono, Wahyudiono; Aditya, Dana
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.443

Abstract

ABSTRACT  This community service aims to provide training on the use of social media and conventional media to micro and small business actors after the Covid-19 pandemic. This training was attended by 20 participants who live in Surabaya and surrounding areas, especially those engaged in small industrial and craft businesses. When providing practical material using digital-based social media such as the TikTok application, practicality and effectiveness are the main considerations. The training method consists of three stages, namely: a) identifying the characteristics of micro and small business actors, b) designing a training model, and c) carrying out training that includes material on conventional media and social media. The training results showed that participants were very enthusiastic in the marketing communications aspect, especially in the use of social media. This is because marketing is still the main obstacle for micro and small businesses. Understanding social media and using it for business development is a suitable alternative in the current era because social media has a wider scope, is easy to use, and is effective without the limitations of space, time, and place. Therefore, optimizing the use of social media is a step that must be spread on a large scale, so that micro and small businesses can improve customer service, expand product reach, and encourage natural and sustainable marketing growth.  Keywords: Business; Communication; Growth; Marketing; Media   ABSTRAK Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan media sosial dan media konvensional kepada pelaku usaha mikro kecil setelah pandemi Covid-19. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya, terutama yang bergerak dalam usaha industri kecil dan kerajinan. Saat memberikan materi praktik menggunakan media sosial berbasis digital seperti aplikasi TikTok, aspek kepraktisan dan efektivitas menjadi pertimbangan utama. Metode pelatihan terdiri dari tiga tahapan, yaitu: a) mengidentifikasi karakteristik pelaku usaha mikro kecil, b) merancang model pelatihan, dan c) melaksanakan pelatihan yang mencakup materi tentang media konvensional dan media sosial. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dalam aspek komunikasi pemasaran, terutama dalam penggunaan media sosial. Hal ini karena pemasaran masih menjadi kendala utama bagi pelaku usaha mikro kecil. Memahami media sosial dan menggunakannya untuk pengembangan usaha menjadi alternatif yang sesuai di era saat ini, karena media sosial memiliki cakupan yang lebih luas, mudah digunakan, dan efektif tanpa terbatas oleh batasan ruang, waktu, dan tempat. Oleh karena itu, optimalisasi penggunaan media sosial menjadi langkah yang harus diperluas secara besar-besaran, sehingga pelaku usaha mikro kecil dapat meningkatkan pelayanan konsumen, memperluas jangkauan produk, dan mendorong pertumbuhan pemasaran secara alami dan berkelanjutan. Kata kunci: Komunikasi; Media; Pemasaran; Pertumbuhan; Usaha
Pengaruh Green Product dan Influencer Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Produk Avoskin Dengan Value Co-Creation Sebagai Variabel Mediasi Angie, Silvia; Aditya, Dana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Green Product dan Influencer Marketing terhadap Keputusan Pembelian produk Avoskin, dengan Value Co-Creation sebagai variabel mediasi. Dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan industri kecantikan Indonesia dan meningkatnya kesadaran konsumen akan keberlanjutan, penelitian ini mengambil merek lokal Avoskin sebagai studi kasus. Didasari oleh teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 responden mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan metode Path Analysis dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Product dan Influencer Marketing berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap Keputusan Pembelian. Kedua variabel independen tersebut juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Value Co-Creation. Temuan utama penelitian adalah bahwa Value Co-Creation secara signifikan berperan sebagai variabel mediasi, memperkuat pengaruh Green Product dan Influencer Marketing terhadap Keputusan Pembelian. Hal ini mengonfirmasi bahwa keterlibatan aktif konsumen dalam kampanye digital dan penciptaan nilai bersama, seperti melalui interaksi di media sosial, menjadi jembatan krusial yang mengubah persepsi tentang produk dan promosi menjadi keputusan pembelian yang nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada literatur pemasaran hijau dan pemasaran influencer, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi merek dalam merancang strategi pemasaran yang lebih berpusat pada konsumen dan berkelanjutan.
Pengaruh Efikasi Diri terhadap Kreativitas Makeup Artist Freelance melalui Motivasi sebagai Variabel Mediasi: Studi Kasus pada Makeup Artist Freelance di Kabupaten Gresik Radita, Vellycia Dwi Cintia; Aditya, Dana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4738

Abstract

Perkembangan industri kreatif, khususnya di bidang tata rias wajah, menuntut Makeup Artist (MUA) freelance untuk memiliki kreativitas yang tinggi serta ketahanan psikologis agar mampu bertahan dan bersaing di tengah persaingan yang semakin ketat. Meskipun kreativitas menjadi faktor kunci dalam keberhasilan profesi ini, penelitian empiris yang mengkaji peran faktor psikologis internal, khususnya efikasi diri dan motivasi, terhadap kreativitas MUA freelance dalam konteks gig economy masih terbatas, terutama pada tingkat daerah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri terhadap kreativitas Makeup Artist freelance di Kabupaten Gresik dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 90 responden Makeup Artist freelance di Kabupaten Gresik. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas, serta efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas. Selain itu, motivasi terbukti mampu memediasi pengaruh efikasi diri terhadap kreativitas. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan bahwa keyakinan diri yang dimiliki oleh MUA freelance berperan penting dalam meningkatkan motivasi kerja, yang selanjutnya mendorong munculnya kreativitas dalam menghasilkan karya rias yang unik dan inovatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian Manajemen Sumber Daya Manusia dalam konteks pekerja lepas, serta memberikan implikasi praktis bagi Makeup Artist freelance dalam upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan karier di industri kreatif.
Pengaruh Greenwashing Terhadap Intensi Pembelian Dengan Variabel Oprasional Excellence Sebagai Variabel Mediasi Pembelian Sepeda Listrik Fajri, M Asrul; Aditya, Dana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5571

Abstract

Penelitian kuantitatif ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi dampak atau pengaruh praktik greenwashing terhadap intensi pembelian sepeda listrik di wilayah Kecamatan Benowo, Surabaya Barat, dengan menempatkan operational excellence sebagai variabel mediasi dalam kerangka konseptualnya. Menggunakan teknik Path Analysis, studi ini juga mengungkapkan bahwa strategi pemasaran lingkungan yang semu atau manipulatif memberikan pengaruh negatif yang sangat signifikan terhadap niat beli konsumen sekaligus dapat merusak persepsi mereka mengenai keunggulan operasional perusahaan tersebut. Sebaliknya, ditemukan bahwa operational excellence memberikan kontribusi positif yang kuat terhadap intensi pembelian dan berfungsi sebagai mediator krusial yang menjembatani hubungan antara citra pemasaran dengan keputusan akhir calon konsumen. Temuan riset ini menyimpulkan bahwa kegagalan dalam menjaga transparansi informasi tidak hanya menghambat minat beli secara langsung, tetapi juga secara sistematis menghancurkan kredibilitas operasional yang telah dibangun. Penyesatan informasi lingkungan terbukti memperburuk penilaian konsumen terhadap kualitas serta efisiensi layanan, sehingga membuat menurunnya keinginan mereka untuk mengadopsi teknologi kendaraan listrik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, integritas dalam klaim keberlanjutan menjadi aspek yang sangat krusial bagi perusahaan; segala bentuk distorsi informasi akan mengikis kepercayaan publik dan merusak performa penjualan di pasar lokal. Perusahaan harus menyadari bahwa transparansi adalah fondasi utama untuk mempertahankan minat konsumen di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin kompetitif dan menantang saat ini.